Pemkab Deiyai diminta serius perhatikan semua sekolah sampai pelosok

Deiyai, [WAGADEI] – Pemerintah Kabupaten [Pemkab] Deiyai dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Pengajaran [P&P] sangat minim dari kabupaten berdekatan. Oleh karenanya, para guru di daerah itu meminta kepada organisasi daerah [OPD] serius memperhatikan kemajuan kegiatan belajar-mengajar di semua sekolah, entah dalam kota maupun luar perkotaan [dusun].

“Kemajuan persekolahan menuju pada kehancuran karena tunjangan yg diberikan kepada pegawai negeri yg menduduki jabatan sebagai guru tinggal terima gaji, tidak pernah aktif di sekolah,” kata Paskalis Pigome, salah satu guru SD YPPK St. Yosep Widimei kepada wagadei.com, Minggu, [5/1/2020].

Menurut Pigome, hendaknya Pemkab setempat membuat regulasi demi perlindungan kegiatan belajar mengajar yang berbunyi mengaktifkan absensi guru-guru.

“Pemerintah jangan lupa mengontrol setiap sekolah-sekolah, bila guru tidak hadir langsung dicopot SK sebagai guru,” ucapnya.

Paskalis mengakui bahwa sekolah ia mengajar mengalami banyak kendala, yakni sarana dan prasarana seperti tenaga pengajar [guru], ruang kelas, gedung perpustakaan serta isinya yang diperlukan, dan berbagai peralatan sekolah lainnya.

“Nasib ini hampir seluruh sekolah yang ada Deiyai mengalami hal yang sama,” katanya.

Kondisi ia mengibaratkan membunuh karakter generasi muda di negeri Tigi.

“Secara sadar dan sengaja kita jangan bunuh generasi yang sedang tumbuh. Mengapa saya katakan seperti itu, karena saya melihat banyak kekurangan di sekolah, dan guru tidak menetap di sekolah yang ditempatkan untuk mengajar sesuai profesinya,” ujar dia.

Karena itu, diharapkan kepada Pemkab setempat selamatkan sekolah-sekolah yang ada di Deiyai entah TK, SD, SMP, dan SMA serta SMK. [*]

Pewarta: Norbertus Douw
Editor: Aweidabii Bazil

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares