DPRD ingatkan Kapolres Deiyai yang baru harus jaminan keamanan

  • Bagikan

Deiyai, [WAGADEI] – Kepolisian Daerah [Polda] Papua telah usulkan lima Kepolisian Resor [Polres] salah satunya Polres Deiyai. Anggota DPRD Deiyai, Hendrik Onesmus Madai meminta jika Polres hadir di daerah Tigi maka harus wujudkan misi Polri yakni melindungi dan mengayomi masyarakat.

“Deiyai sudah jadi Polres, sudah pisah dengan Polres Paniai. Kami harus Kapolres Deiyai dan jajaran harus benar-benar memberikan jaminan keamanan kepada kita punya rakyat,” ujar Hendrik Onesmus Madai, Kamis, [2/1/2020].

Sebab kata Madai, Deiyai sudah menjadi zona merah ketika masih bergabung dengan Kabupaten Paniai. Setelah Deiyai dimekarkan, lanjut Madai, terjadi juga beberapa persoalan yang akhirnya bertikai hingga pertumpahan darah.

“Sebenarnya masyarakat tidak terima kehadiran Polres ini. Tapi sejak awal kami mau tekankan bahwa Polres harus berbeda dengan Polsek. Dulu waktu masih Polsek sudah pernah banyak masalah, tapi kehadiran Polres harus berubah menjadi pelindung umat Tuhan,” ujarnya.

Naftali Magai, anggota DPRD Deiyai lainnya juga berkata demikian. Menurut dia, di Deiyai telah terjadi empat kali persoalan besar hingga terakhir kasus anti rasisme yang berujung pada penembakan dan penangkapan warga setempat.

“Berkaca dari masalah-masalah ini, Kapolres Deiyai yang baru harus letakkan pondasi atau dasar-dasar kinerja Kepolisian yang baik,” kata Magai.

Ia menambahkan, Polri juga harus paham tradisi adat dan budaya setempat agar tidak salah prasangka terhadap masyarakat.

“Anak panah itu jati diri lelaki suku Mee, noken itu budaya suku Mee yang sudah diakui oleh UNESCO, gelang yang dibuat dari bahan alami itu tradisi hiasi tubuh. Jadi harus pahami baik-baik,” ucapnya. [*]

Pewarta: Abeth A. You

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *