Anouw: Ini semua terjadi murni kemauan negara Indonesia

  • Bagikan

Paniai, [WAGADEI] – Sekretaris Fraksi Membangun Papua DPR Papua, Alfred Fredy Anouw menegaskan, negara Indonesia sengaja menciptakan konflik sosial terjadi di tanah Papua.

Pada tiga pekan lalu, Anouw pernah meminta kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kapolri dan Panglima TNI agar hentikan pendistribusian militer di seluruh wilayah tanah Papua. Karena kehadiran militer di beberapa kabupaten di Papua justru membuat situasi semakin resah.

“Apa yang saya bilang telah terbukti serta telah terjadi di kabupaten Nduga saling jual beli serangan hingga menewaskan beberapa masyarakat sipil. Sekarang di Kabupaten Intan Jaya serta di Yahukimo informasi terkini lagi sedang terjadi kontak senjata antara TPN/OPM dan militer Indonesia. Ini semua terjadi murni kemauan negara Indonesia yang direncanakan secara terstruktur, tersistematis dan masif, Maka dengan demikian saya minta negara segera bertanggung jawab atas semua ini,” ungkap Alfred Fredy Anouw kepada wagadei.com, Jumat, [20/12/2019].

Ia hendak menanyakan kepada pihak Kapolri dan Panglima TNI, apa maksud dan tujuan dari pengiriman militer yang berlebihan pada bulan suci bagi umat Nasrani ke Kabupaten Paniai?

“Ini dalam rangka apa? Karena pantauan kami dari lembaga parlemen Papua, seluruh bumi Cendrawasih sangat kondusif dan tentram, tapi kehadiran militer ini tiba-tiba membuat rakyat kami gelisah, panik, resah dan takut yang luar biasa,” kata pria berusia 28 tahun ini.

Mengapa negara Indonesia selalu saja mencurigai rakyat Papua, contohnya seperti yang berambut lingkar dan panjang itu selalu dianggap anggota TPN/OPM atau KNPB.

“Saya mau tegaskan, ini penilaian yang sangat keliru dan bobrok oleh militer Indonesia karena tidak mampu menterjemahkan arti dari pada sebuah Bhinneka Tunggal Ika. Negara Indonesia gagal melaksanakan Pancasila di Papua tapi sukses melakukan pembunuhan karakter dengan sebuah sistem yang tidak manusiawi,” ungkapnya tegas.

Diminta agar segera menarik TNI dan Polri (non organik) yang dikirim ke kabupaten-kabupaten di seluruh Papua, terutama di Nduga, Paniai, Intan Jaya dan Yahukimo.

“Biarkan rakyat Papua merayakan natal dengan damai,” ucapnya.

Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni meminta dengan tegas agar pihak TPN/OPM dan TNI-Polri yang yang sementara ini ada di Intan Jaya segera tinggalkan daerah itu.

“Untuk tingkatkan stabilitas keamanan menjelang pesta Natal tahun 2019 ini dan menyongsong tahun baru 2020, saya minta dengan tegas TPN/OPM dan TNI, Polri (pasukan non organik) segera tinggalkan Intan Jaya,” ujar Natalis Tabuni di lansir jubi.co.id.

Menurut Bupati Tabuni, sejak pembentukan Kabupaten Intan Jaya tahun 2008 sampai saat ini pihak pemerintah dan masyarakat berada dalam keadaan kondusif, aman dan pembangunan berjalan seperti biasa.

“Namun akhir-akhir ini terjadi kurang kondusif. Ini membuat mengganggu suasana masa penantian kedatangan sang juru selamat umat manusia, yakni Yesus Kristus,” katanya. [*]

Pewarta: Abeth A. You

Editor: –

banner 120x600
  • Bagikan

Respon (6)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *