Situasi memanas, begini sikap DPRD Intan Jaya

Nabire, [WAGADEI] – Menjelang hari raya Natal 25 Desember 2019, situasi di Kabupaten Intan Jaya memanas. Hal itu terjadi setelah adanya pendropan aparat keamanan yang berlebihan di negeri matahari terbit itu. Pendropan keamanan itu terjadi beberapa hari kemarin.

Kehadiran aparat kepolisian dan TNI yang berlebihan itu mengakibatkan terjadinya kontak senjata antara OPM aparat keamanan yang dikirim disana. Akibatnya, dikabarkan dua anggota TNI tewas.

Terkait hal itu, anggota DPRD Intan Jaya yang baru, Melinus Kobogau menyatakan atas nama kemanusiaan, dirinya turut prihatin, ikut berduka dan berbelasungkawa atas dua anggota TNI yang menjadi korban dalam kontak senjata antara OPM dan aparat keamanan

“Kami sebagai wakil rakyat meminta dengan tegas kepada pihak keamanan agar menghargai hari raya Natal sebagai hari besar bagi seluruh umat kristiani di seluruh dunia,” kata kepada wagadei.com, Jumat, [20/12/2019].

DPRD Intan Jaya meminta agar Pangdam dan Kapolda Papua menarik kembali semua pasukan keamanan yang sudah dikirim ke Intan Jaya. “Kami mau rayakan Natal dengan keluarga dan warga kami dalam keadaan yang damai dan tenang di kampung,” katanya

Melinus Kobogau juga meminta kepada Bupati Intan Jaya agar segera mengambil langkah yang cepat untuk mengatasi masalah ini. Jangan tunggu masalah terjadi meluas dan jangan warga menjadi korban

Hal yang sama disampaikan anggota DPR lain, Marten Tipagau. Ia menyangkan kejadian yang terjadi di Intan Jaya. “Kami lembaga DPR sangat sayangkan kejadian di Intan Jaya ini,” ucapnya.

Tipagau juga meminta agar semua pasukan yang dikirim di Intan Jaya, harus ditarik kembali. Karena, kehadiran aparat keamanan yang berlebihan di Intan Jaya hanya membuat warga trauma dan takut

“Sebagai wakil rakyat, saya tidak mau terjadi kejadian serupa yang terjadi di Nduga. Kami mau, warga kami rayakan Natal dalam damai,”
Lanjut dia, jangan nodai damai Natal dengan air mata dan darah di seluruh wilayah Intan Jaya. “Warga Intan Jaya seluruhnya umat Kristen. Mereka mau rayakan Natal. Tidak boleh terjadi konflik apapun di Intan Jaya,” ucapnya tegas. [*]

Pewarta: Philemon Keiya
Editor: Aweidabii Bazil

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares