Memahami tugas Sekam dalam kelolaan keuangan desa

Dogiyai, [WAGADEI] – Sekretaris Kampung [Sekam] atau dikenal dengan sebutan Sekretaris Desa [Sekdes] memegang peranan yang sangat strategis di suatu desa atau kampung, baik dalam penataan administrasi dan pengelolaan keuangan desa. Manakala Sekam tidak mampu menjalankan tugas-tugasnya dengan baik, maka banyak persoalan akan muncul. Di kalangan masyarakat kampung dan akibatnya desa tidak akan maju dan berkembang sesuai dengan harapan yang diharapkan pemerintah.

Yeron Agapa, Sekertaris DMPK Kabupaten Dogiyai mengatakan, dalam Permendagri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan, Desa disebutkan bahwa dalam kaitan dengan pengelolaan keuangan desa. Sekretaris Desa adalah perangkat desa yang berkedudukan sebagai unsur pimpinan sekretariat desa yang menjalankan tugas sebagai koordinator pelaksana pengelolaan keuangan desa [PPKD].

“Oleh Karena itu, seorang Sekretaris desa [kampung] harus memiliki kemampuan di atas rata-rata perangkat desa lainnya, yaitu kepala urusan [kaur] dan kepala seksi [kasi] sehingga roda pemerintahan di desa dapat berjalan dengan baik dan maksimal, seperti kemampuan dalam pengelolaan keuangan desa,” ujar Yeron Agapa kepada wagadei.com melalui sambungan teleponnya, Selasa, [10/12/2019].

Agapa menjelaskan, dalam Pasal 5 Permendagri Nomor 20 Tahun 2018 disebutkan bahwa Sekretaris Desa bertugas sebagai sebagai koordinator PPKD dan mempunyai tugas mengkoordinasiokan penyusunan dan pelaksanan kebijakan APBDes.

Lanjutnya, mengkoordinasikan penyusunan rancangan APB Desa dan rancangan perubahan APBDes, mengoordinasikan penyusunan rancangan peraturan Kepala Desa tentang penjabaran APBDes dan perubahan APBDes, mengkoordinasi tugas perangkat desa lain yang menjalankan tugas PPKD, dan mengkoordinasikan penyusunan laporan keuangan desa dalam rangka pertanggungjwaban pelaksanaan APBDes.

“Selain tugas-tugas di atas, mereka mempunyai tugas lainnya seperti melakukan verifikasi terhadap DPA, DPPA, dan DPAL, melakukan verifikasi terhadap RAK Desa, dan melakukan verifikasi terhadap bukti penerimaan dan pengeluaran APBDes.

Ia berharapa, 79 kampung di Dogiyai harus mampu melaksanakan itu agar terwujud Dogiyai Bahagia demia masyarakat. [*]

Pewarta: Norbertus Douw
Editor: Aweidabii Bazil

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares