Senator Otopianus P Tebai serukan pembangunan asrama mahasiswa Papua

Nabire, [WAGADEI] – Senator asal Papua, Otopianus P. Tebai beberapa waktu lalu telah kunjungi beberapa asrama mahasiswa Papua di berbagai kota studi di Indonesia. Ia temukan ada beberapa masih baik dari pembangunan asrama sampai aktivitas mahasiswa.

Menurut anggota Komite I DPD RI ini, Untuk Pembangunan Asrama Mahasiswa, ada Pembangunan belum selesai selesai dibangun 100 persen, bahkan ada yang belum dibangun sama sekali, serta ada yang kontrak hampir habis.

Kepada wagadei.com, Otopianus P. Tebai mengatakan, masing-masing Pemerintah Daerah [Pemda] pastikan dengan mendata pelajar dan mahasiswa yang tersebar di seluruh Indonesia, agar muda pembiayaan untuk beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa.

“Setidaknya Pemda punya satu data base guna menghimpunan profil data pelajar mahasiswa asal kabupatennya. Agar memudahkan pembiayaan tepat dan akurat. Intinya buat pelajar dan mahasiswa tersebut fokus belajar sambil kerja biar tidak termakan hoax dan lainnya,” katanya.

Ia juga mengaku prihatin terhadap asrama pelajar dan mahasiswa Kabupaten Nabire yang terbakar di Kamkey, Abepura. Diharapkan Pemda Nabire untuk segera membangunnya kembali karena itu sudah menjadi aset Pemda tersebut sesuai kode registernya.

“Saya lihat adik-adik tidur di aula seperti di tempat pengungsian. Harus ada profil aset Pemda dalam bentuk kode Pemda biar mudah dalam pengalokasian operasional seperti tagihan listrik, air, telepon, dan internet di Dinas Pendidikan atau Bagian Kestra Setda Kabupaten,” katanya.

Aktifitas mahasiswa sendiri, Tebai mengatakan, usai proses belajar ada beberapa waktu kosong, diharapkan waktu kosong itu bisa digunakan untuk untuk berwirausaha di depan asrama perlu ada kios [warung] sembako.

“Jadi begini, pembangunan asrama itu bisa rancang depannya ada warung sembako atau usaha lainnya. Biar untuk tagihan listrik, air, dan jaringan internet dan lain bisa ditanggung dan juga kebutuhan mendadak lain. Artinya, bawah mahasiswa tersebut memiliki sofskil untuk berwirausaha,” ucapnya.

Salah satu penghuni asrama pelajar dan mahasiswa Nabire di Padang Bulan Jayapura, Paulus Magai mengatakan, sudah sekian kali penghuni telah memasukan permohonan kepada Pemda agar dilakukan rehab atau dibangun ulang namun tak pernah diindahkan hingga sekarang.

“Kalau untuk asrama Nabire di Padang Bulan, Jayapura itu bukan baru. Itu sudah sejak kaka-kaka dulu tahun 2010 kasih masuk permohonan untuk rehab tidak pernah ada jawaban dari pemerintah,” katanya. [*]

Pewarta: Abeth A. You
Editor: –

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares