Wabup Deiyai tolak program kampung KB

Nabire, [WAGADEI] – Wakil Bupati [Wabup] Kabupaten Deiyai, Hengky Pigai dengan tegas menolak pencanangan program KB oleh BKKBN Papua untuk 44 kampung KB. Masing-masing di Paniai mendapatkan 24 kampung KB, dan 20 kampung KB di Deiyai , Selasa, [26/11/2019] di aula kantor Bupati Paniai.

“Program KB ini tidak berfungsi baik bagi kami orang Mee, terutama di Deiyai. Program ini mendatangkan genosida bagi kami generasi milenial,” ujar Hengky Pigai kepada wagadei.com dibalik selularnya, Kamis, [28/11/2019].

Karena itu, Pigai mengatakan menolak. Dahulu di zaman orang tua bisa melahirkan lebih dari 10 anak. Namun sekarang sebaliknya, ada mama yang bisa melahirkan hanya satu bahkan sama sekali tidak ada.

“Kalau dulu kita punya orang tua boleh, bisa lahirkan lebih. Tapi sekarang tidak, apalagi kalau mama-mama ikut program KB itu kita lebih hancur lagi,” katanya.

“Jadi untuk Kabupaten Deiyai stop dengan program itu. Coba Pemerintah Provinsi Papua kasih program lain yang bermanfaat bagi kita,” ucapnya.

Saat pencanangan, kata Pigai, dirinya sedang berada di luar daerah sehingga diwakili oleh Sekda setempat, Marten Ukago. Terkait dengan itu, ia berjanji akan memanggil Sekda untuk klarifikasi.

“Saya di luar daerah. Nanti saya pulang ke Deiyai akan saya panggil Sekda bahwa ini program tidak menguntungkan bagi kita,” ungkapnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Papua Sarles Brabar mengatakan, seharusnya pencanangan Kampung KB di kedua kabupaten di wilayah Mee Pago ini sudah lama dilakukan BKKBN. Namun, kendala yang dihadapi di lapangan ialah penolakan sebagian kepala kampung yang masih memiliki persepsi keliru bahwa program ini tujuannya untuk membatasi keturunan.

“Setelah dicanangkan hari ini, tahun 2020 para OPD di Kabupaten Paniai dan Deiya mulai memasukkan program-program prioritas ke Kampung KB agar membangun secara keroyokan demi kesejahteraan keluarga,” katanya dilansir http://papuabangkit.com. [*]

Pewarta: Abeth A. You
Editor: –  

1,062 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares