Letakkan batu pertama bangun pos PI Tunas Harapa, target 2020 rampung

Nabire, [WAGADEI] – Kordinator Gereja Kingmi wilayah Saireri, Pdt. Yahya Tenouye mengatakan, gereja selain merupakan tempat beribadah tetapi juga merupakan tempat penyemaian nilai-nlai hidup yang dilandasi kasih, perdamaian dan kebaikan.

“Gereja juga merupakan salah satu pilar peradaban yang diharapkan terus berperan dalam kehidupan sosial yang tinggi nilai-nilai keadabannya,” kata Pdt. Yahya Tenouye , Nabire, Rabu, [27/11/2019].

Hal itu dikatakan Tenouye usai peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja PI Tunas yang terletak di komplek putaran kedua Kali Bobo Nabire.

Juga, kata dia gereja menjadi spirit bagi segenap pelayan dan warga jemaat untuk senantiasa membangun kerjasama dan saling tolong menolong sehingga proses pembangunan gedung gereja ini dapat berjalan dengan baik.

Tenouye berharap agar pembangunan gereja ini dapat menjadi momentum untuk memperkokoh semangat kebersamaan, dan memberikan nuansa baru dalam menumbuhkan tekat bagi iman.

Deki Degei, ketua panitia pembangunan Pos PI Tunas Harapan berharap kiranya dengan peristiwa peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja iman umat bertumbuh baik dalam semangat bekerja dan proses pembangunan gereja.

“Bukan hanya secara fisik saja tetapi pembangunan gereja sebagai persekutuan umat yang hidup dalam cinta kasih,” kata Degei.

Mantan Kasubag Humas MRP ini mengatakan, panitia terbentuk pada pertengahan bulan September 2020 sehingga pihaknya berinisiatif lakukan batu pertama agar pembangunan gereja berukuran 14 x 20 meter itu cepat berdiri.

“Peletakan batu pertama itu takkan mungkin terjadi tanpa kerja sama dan doa dari banyak pihak. Terima kasih buat semuanya,” katanya.

Ia juga meminta pemerintah senantiasa menjadi mitra kerja dengan agama-agama dalam rangka mewujudkan kedamaian dan kesejahteraan bersama.

Untuk rampungkan ini, pihaknya membutuhkan biaya Rp. 1,7 miliar. “Awal bupati Dogiyai sudah bantu Rp 500 juta,” ucapnya.

“Kami sudah siapkan proposal jadi akan kami kasih ke pemerintah supaya meringankan beban kami. Tapi jemaat juga siap dukung kami, mereka sudah ebamuki [sumbang dana] sebagai dana awal,” ujarnya.

“Gereja yang akan dibangun dengan konstruksi beton secara brtahap dan berkelanjutan dengan target penyelesaian tahun 2020,” katanya. [*]

Pewarta: Abeth A. You
Editor:

321 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares