Tingkatkan kapasitas desa, DPMK Dogiyai gelar pelatihan KPM

Dogiyai, [WAGADEI] – Menindaklanjuti kegiatan Bursa Inovasi Desa [BID], Pemerintah Kabupaten Dogiyai melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung [DPMK] melaksanakan pelatihan kader pembangunan manusia [KPM] oleh tim Pengelola Inovasi Desa [TPID] secara serentak di aula Pemda Kingmi, Digikebo, Kamis, [21-22/11/2019].

Kegiatan itu dihadiri tingkat Pendamping Desa [PD], Distrik, KPM Desa diwakili dua orang untuk mengikuti kader pembangunan Manusia dan Kaur Kesos. Untuk 10 Distrik yang digabungkan selain lebih dekat juga mempermudah koordinasi dalam kegiatan pelatihan ini.

Asisten I Setda Kabupaten Dogiyai, Nason Pigai menyampaikan, pihaknya berupaya meningkatkan kapasitas dan kader pembangunan manusia, sebab secara kinerja langsung bersentuhan di lapangan dengan

“Ini karena demi pentingnya pemahaman kerja dan topoksi di lapangan. Sehingga pelaksaan kerja lebih memahami untuk memaksimalkan hasil kerja dan melaksanakan pembangunan manusia adalah sangat penting monitor setiap desa masing-masing,” ujar Nason Pigai.

Maka, menurut Pigai, kepedulian terhadap masyarakat harus meningkatkan sebagai upaya mewujudkan Visi dan Misi Dogiyai Bahagia.

Sekertaris DPMK, Yeron Agapa mengatakan, pemahaman kerja dan topoksi mesti paham betul. Kesempatan ini dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kemampuann mereka dilaksanakan baik secara keilmuan maupun praktek.

“Salah satu tugas penting KPM adalah pencegahan ‘kerdil’ karena dinilai juga gizi buruk menjadi faktor. Sehingga sejak hamil diberikan pemahaman bagi ibu hamil melalui penyuluhan. Di samping itu juga pemberian makanan tambahan, seperti makanan bergizi di setiap kesempatan,’ kata Agapa.

Kegiaatn itu juga lanjut dia, merupakan salah satu kekuatan dorong sumberdaya manusia [SDM], partisipasi pembangunan dari dalam desa.

“Maka tujuan dari pelatihan ini untuk mendorong masyarakat agar terlibat lebih aktif dalam agenda-agenda pembangunan. Sebab, salah satu tugas KPM adalah menjadi tim dalam pembuatan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa [RPJMDes],” ujarnya.

Sementara, untuk BID ia jelaskan, ada tiga unsur yang menjadi sasaran diantaranya insfrastruktur, wirausaha SDM, dan kewiraushaan. Dari ketiga unsur di atas yang sudah maupun belum masuk maka KPM dan Kaur Kesos melaporkan kepada kepala desa lalu ke distrik dan selanjutnya kepada TPID.

“Dan nantinya akan direkomendasikan untuk ditindaklanjuti,” ucap dia. [*]

Pewarta: Norbertus Dou
Editor: Aweidabii Bazil

315 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares