Satu tahun Nawipa – Gobai pimpin Paniai, empat pilar diutamakan

Paniai, [WAGADEI] – Tidak terasa, kini sudah satu tahun Bupati Meki Nawipa dan Wakil Bupati, Oktopianus Gobai telah memimpin Kabupaten Paniai sejak dilantik Gubernur Papua, Lukas Enembe pada 23 November 2018 lalu di aula Kantor Bupati Paniai.

Dalam satu tahun ini Nawipa dan Gobai terus berupaya mewujudkan makna motto ‘Paniai untuk Semua’melalui empat pilar, diantaranya pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan dan infrastruktur serta kelola tata pemeritahan yang bersih.

Bupati Meki Nawipa mengatakan, keinginan menciptakan sumberdaya manusia [SDM] melalui pendidikan berkualitas tentu menjadi kerinduannya. Sebab bagi dia, pendidikan merupakan sektor penting bagi masa depan generasi suku Mee, Moni, dan Wolani

“Kita tahu dengan pendidikan yang baik maka upaya mencerdaskan anak bangsa di Kabupaten Paniai dapat terwujud. Salah satunya kita buka sekolah unggulan di Kopo dibawah pengawasan Indonesia Cerdas, mahasiswa Paniai di seluruh Indonesia wajib didata dan itu sudah berjalan,” ujar Meki Nawipa kepada wagadei.com, Sabtu, [23/11/2019]

“Dalam sistem sekolah unggulan yang kami buka, para siswa akan terapkan harus melakukan proses belajar mulai dari pukul 07.15 pagi hingga pukul 15.00 sore,” katanya.

Selain itu, kata lelaki yang berprofesi sebagai penerbang ini Pemda juga akan mendatangkan sejumlah guru kontrak untuk mengajar anak-anak Paniai dengan sistem zonasi yang diterapkan saat ini untuk pemerataan pendidikan di daerahnya.

Menurut dia, pihaknya juga akan melakukan kompetensi bagi tenaga pengajar tetap maupun yang dikontrak. Hal itu dilakukan sebagai upaya misi Paniai pintar benar-benar terwujud.

“Sehingga kedepannya mereka ini yang akan menjadi ujung tombak di Paniai,” imbuhnya.

Ia mengatakan, selama ini dirinya menjumpai banyak pihaknya berkepentingan pribadi yang mengurus SD Negeri dan SMP Negeri. “Untuk urus ini saya sendiri yang tangani bersama staf khusus yang telah terbentuk,” ucapnya.

Nawipa mengatakan, sisi kesehatan juga harus beriringan dengan pendidikan. Jika seseorang berpengetahuan, cerdas, sehat secara jasmani dan rohani tentunya harus seutuhnya kesehatan juga terjamin.

Untuk itu, Dinas Kesehatan [Dinkes] setempat telah menggandeng Dinkes Provinsi Papua mendorong program Nusantara Dokter Kontrak dan program Kaki Telanjang.

“Untuk memudahkan itu kami akan lakukan subsidi pesawat agar di perkampungan terlayani dengan baik,” jelasnya.

Untuk tahun 2019, pihaknya juga akan membangun dua unit Puskesmas Tipe B, rumah petugas medis, bahkan tempat sampah.

Sejak dilantik, ia telah berbicara secara terbuka depan masyarakatnya bahwa pihaknya akan melakukan meningkatkan taraf hidup di bidang ekonomi. Buktinya para petani kopi di seluruh Kabupaten Paniai tengah mengembangkan usaha kopi sebagai jangka panjang.

“Hari ini kami mendukung para petani kopi, mereka mengembangkan usaha kecil menengah. Hampir semua kampung mereka sudah tanam dipandu oleh Yapkema,” katanya.

Walaupun masyarakatnya menganggap hal itu sulit, ia optimis melakukannya untuk memacu masyarakatnya melangkah ke sebuah perubahan yang baik.

“Kalau berkaitan dengan fisik [infrastruktur], saya turun ke lapangan, kalau tidak sesuai dengan rencana anggaran pembangunan, ya saya suruh bongkar,’ imbuhnya.

Yang harus diperhatikan dari segi kelayakannya lanjut dia, tanah, jenis kayu yang dibangun, air bersih dan sarana pendukung lainnya. “Kalau tidak,itu hanya membuang uang rakyat tanpa ada manfaatnya,” bebernya.

Ia berkeingan Enarotali sebagai ibukota Kabupaten Paniai menjadi kota yang bersih. [*]

Pewarta: Enaakidabi Carvalho
Editor: Aweidabii Bazil

1,303 kali dilihat, 10 kali dilihat hari ini

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares