KNPB menuju mogok sipil nasional

  • Bagikan

Nabire, [WAGADEI] –  Sejak hadirnya Komite Nasional Papua Barat [KNPB] sebagai media rakyat Papua Barat di seluruh tanah leluhur sampai hari ini, negara Indonesia pandang KNPB sebagai salah satu musuh terbesar yang mengancam kedaulatan bagi negara Indonesia.

Hal itu dikatakan Ketua KNPB wilayah Teluk Cenderawasih, Andi Ekapiya Yeimo ketika menggelar HUT KNPB ke 11 di Nabire, Selasa, [19/11/2019]. Anggota KNPB yang sudah ditetapkan di wilayah maupun sektor harus mengambil tindakan revolusi.

“Revolusi individu yang harus terlebih dahulu sebelum melangkah ke agenda berikutnya.  Sebab KNPB tidak ke mana-mana, tapi ada di mana-mana bersama rakyat menuju penentuan nasib sendiri bagi bangsa West Papua,” ujar Andi Ekapiya Yeimo.

Sejak berdirinya hingga saat ini, kata dia, KNPB tidak berhenti-berhentinya membodoki rakyat Papua. Sehingga perjuangan revolusi untuk terus mediasi rakyat bangsa Papua, dan terus semangat di dalam perjuangan.

“Dan semakin dewasa di dalam perjuangan walaupun hari ini KNPB sebagai ancaman oleh negara penjajah kolonial Indonesia. Namun,  KNPB tidak akan mundur.  Tidak akan ke mana-mana, tetapi  KNPB akan ada bersama rakyat. Dan ‘KNPB akan ada di atas tahan bangsa Papua Barat,” jelasnya.

Sekretaris Parlemen Nasional West Papua [PNWP] wilayah Meepago, Agus Tebai  menyatakan pihaknya tetap  mendukung penuh dengan karya-karya KNPB  yang selalu bersama rakyat karena KNPB adalah media rakyat.

“Kita harus mengambil tindakan revolusi untuk mendidik dan memotivasi kepada rakyat bahwa kita sedang punah dibunuh habis. Kami rakyat Papua yang sedang ditindas oleh kolonial Indonesia secara tidak manusiawi,” beber Tebai

Oleh karenanya, rakyak harus bersatu bentuk persatuan untuk melawan kolonial Indonesia, karena satu persatuanlah yang akan membawa rakyat Papua tentukan nasib sendiri. [*]

Pewarta: Yulius Bunai
Editor: Aweidabii Bazil

banner 120x600
  • Bagikan

Respon (3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *