Ini dampak yang akan dirasakan OAP setelah pemekaran Provinsi

Pemekaran Provinsi yang digencarkan oleh para Bupati di sejumlah kabupaten justru akan mendatangkan malapeta besar bagi orang asli Papua [OAP].

Buktinya, masih dalam beberapa kabupaetn saja berbagai persoalan sedang menumpuk, kehidupan OAP terus terpinggir. Pintu lebar kaum migran masih terbuka besar.

Berikut ini beberapa catatan yang diketahui kita semua, terutama Bupati dan para elit politik asli Papuua.

Setelah pemekaranProvinsi 20 persen akan menguntungkan OAP, tapi  80 persen akan merugikan OAP.

  1. Yang menguntungkan OAP 20 persen adalah, uang banyak, orang asli Papua dapat jabatan di birokrasi pemerintahan, bangun jalan dan jembatan, kabupaten baru, distrik baru, desa baru ,  Bangun Gedung-gedung baru, mobil  dan motor akan bertambah banyak, Kapolda baru, Kapolres baru, Pangdam baru, Markas Brimob baru, Batalyon baru, Kopassus baru, Densus 88 baru dan  membuka lapangan kerja baru.

 

  1. Yang Merugikan OAP 80 % adalah, pengambilan tanah, kematian OAP meningkat, korupsi meningkat, penyebaran HIV/AIDS meningkat, WTS-WKS meningkat, mempercepat pemusnahan OAP, penembakan meningkat, menangkapan meningkat, penyiksaan meningkat, penganiayaan  akan meningkat, orang  pendatang penuhi tanah, orang pendatang kuasai ekonomi, semua proyek dikuasai orang pendatang, Kapolda baru, Pangdam baru, Batalyon baru, Markas Brimob baru, Markas Kopassus baru, BIN BAIS meningkat, kursi parlemen akan  dikuasai non Papua ,  jabatan-jabatan  di pemerintahan akan dikuasai orang non Papua  dan lainnya.

Untuk diingat,  HIV/ Aids di Papua bagaikan gunung es siap cair, ketika es cair kita siap punaa dari tanah kita sendiri.

Dalam pelaksanaan Otonomi Khusus [Otsus] ini  80 persen telah diserahkan penuh kepada masing-masing Kabupaten agar orang asli Papua sejahtera tapi telah gagal dan terkubur dengan rapi.

Selama ini tidak ada kesejateraan bagi OAP, tidak ada perbaikan dan peningkatan derajat kesehatan, pendatang penuhi Papua,  bisnis dikuasai orang non Papua, hingga pendoropan militer menjamur ibadaat di kala musim hujan ingkat. [*]

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares