PMI Papua berupaya pulihkan korban banjir Sentani

Jayapura, [WAGADEI] – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Papua terus berupaya pulihkan korban banjir yang telah melanda sebagian kota Sentani,Kabupaten Jayapura pada tujuh bulan lalu.

Karenanya, PMI Papua telah menggelar program pemberdayaan air bersih dan sanitasi atau secara internasional dikenal dengan Water, Sanitation and Hygiene (WASH) kerja sama antara pihaknya dengan PMI Kabupaten Jayapura serta pengurus GKII Jemaat GKI Yoafifi, Klasis Sentani Barat, Jayapura pada Sabtu, (2/11/2019).

“Kegiatan ini juga sekaligus kami gabung dengan melakukan pemeriksaan kesehatan dan juga pemeriksaan golongan darah buat jemaat GKI Yoafifi,” ujar Kata Wakil Ketua Bidang Kesehatan dan Donor Darah PMI Provinsi Papua, dr. Raflus Doranggi kepada wagadei.com.

Ketua harian PMI Papua, Zakius Degey mengatakan, program WASH tersebut menyangkut pemberdayaan air bersih, sanitasi, dan promosi kesehatan yang berbasis masyarakat. Dalam program tersebut akan dilakukan perbaikan atau pengadaan sarana air bersih.

Degey mengatakan, sejumlah distrik dan kampung juga ditawari lakuka golongan darah sebab hamoir 99persen warga di Sentani belum mengetahui apa golongan darah mereka.

“kami diminta beberapa kampung dan distrik, akan jadwalkan lagi. Karena urusan-urusan adminsitrasi di kantor ini semua minta golongan darah, sementara masyarakat terutama anak sekolah ini belum tahu apa golongan darah mereka,” kata Degey.

Frans Habisay, kordintar WASH mengatakan, dilakukannya kegiatan itu untuk pemulihan bagi korban banjir bandang di Sentani pada tujuh bulan yang lalu.

“Untuk pemulihan kami mengisi dengan kegiatan promosi kesehatan air dan sanitasi. Dua bulan lalu, kami membangun MCK tiga ruang untuk Jemaat di Doyo Baru, mereka adalah penerima manfaat kami,” katanya.

Untuk jemaat Yoafifi, kata dia, pihaknya telah mendirikan pondasi untuk bangun MCK kerjsama dengan pengurus gereja melalui petunjuk Ketua Pmi Provinsi Papua. “Jadi ini lebih kepada setipa individu mengetahui bagaimana dapat memelihara kesehatan menggunakan air yang bersih,” katanya.

Selain itu, pengadaan sarana untuk mendukung kebersihan juga akan disiapkan sarana mencuci tangan di sekolah, dan tempat sampah. “Kebetulan di sini ada sumber mata air yang jernih,” ucapnya. [*}

Pewarta: Abeth A. You
Editor: Aweidabii Bazil

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares