Masyarakat Nabire minta Telkomsel stop dagang WiFi.id di dua tempat

  • Bagikan

Nabire, [WAGADEI] – Guna menyikapi persoalan jaringan internet yang tidak  berfungsi bagi publik, DPRD Kabupaten Nabire telah menggelar peetemuan dengan menghadirkan Dinas Perhungan, Dinas Kominfo, Pimpinan PT.Telkom, Pimpinan PT. Telkomsel dan perwakilan masyarakat peduli jaringan internet Nabire di ruang BUMNAS DPRD Nabire dini hari, Jumat, [1/11/2019].

Sehari sebelum, Kamis, (31/10/2019) masyarakat Nabire yang tergabung dalam peduli jaringan internet datangi kantor PT. Telkomsel, jalan Pepera Nabire. Pertemuan tersebut berlangsung cukup tegang.

Reyner Windesi, salah satu pemuda Nabire membongkar konspirasi Telkom yang selama ini telah memperdagangkan fasilitas umum di dua tempat di Nabire.

“Kami semua kaget setelah Telkom itu perdagangkan fasilitas umum di dua titik yakni, di wilayah bumi Wonerejo dan di jalan Merdeka, tepat di pusat stasiun bumi Telkom,” kata ReynerWindesi pada pertemuan tersebut.

“Wifi.ID itu fasilitas umum yang negara siapkan untuk masyarakat. Tidak bisa Telkom bisa perdagangkan seenaknya begitu. Saya lihat sudah lebih dari satu tahun mereka dagangkan layanan umum, dan ini sangat membodohi masyarakat Nabire,” ungkapnya tegas.

Ia juga menyoroti penggunaan 3G yang diberikan dari Biak Numfor sebab kerap jaringan tersebut dijadikana lahan bisnis dari Telkom.

“Tolong Telkom jujur dengan permainan ini. Ada 3G dikasih dari Biak itu jangan dibagi-bagi untuk dijadikan sebagai dalang bisnis,” ujarnya.

Pertemuan antara DPRD, Dinas Perhubungan, Infokom, PT. Telkom, PT. Telkomsel dan masyarakat di ruang BUMNAS DPRD Nabire Jumat, [1/11/2019] – Nomen Douw/wagadei photo
Ia meminta PT. Telkom dan PT. Telkomsel jangan membodohi kami masyarakat Nabire. Tolong dengan tegas kami minta supaya Telkom berhenti bermain, barang itu milik negara untuk masyarakat,” ujarnya.

Senada juga disampaikan Dedy Marwa, kordinator peduli jaringan masyarakat Nabire. Menurutnya, kehadiran PT. Telkomsel untuk layani masyarakat namun realitanya berbeda.

“Jaringan milik masyarakat yang diperdagangkan kembali ke masyarakat Nabire lagi,” kata Marwa.

Marwa mengatakan, pihaknya menemukan fakta bahwa Wifi.ID yang dijual lebih cepat ketimbang yang di sellular. “Dan memang selama ini hal ini terjadi,” ucapnya.

“Jaringan WiFi.id adalah jaringan alternatif untuk masyarakat. Jika jaringan sellular terganggu, maka WiFi.id menjadi satu-satunya untuk masyarakat bisa menikmati internet gratis,” tandasnya. ”

Wakil Ketua I DPRD Nabire,Marci Kegou mengatakan, pihaknya berinisiatif gelar pertemuan lantaran jaringan internet merupakan kebutuhan umum yang hampir mati suri di Nabire.

“Jaringan internet di Nabire menajdi perhatian serius oleh kita semua, apalagi berbagai hal harus berhubungan dengan internet. Karena itu kami undang semua untuk cari solusi. Sudah ada titik terang, tapi nanti baru kami infokan lagi,” kata Kegou. [*]

Pewarta: Nomen Douw
Editor: Aweidabii Bazil

banner 120x600
  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *