Waket II DPRD Deiyai: Lebih baik tangkap kami

  • Bagikan

Jayapura, [WAGADEI] – Tindakan Kepolisian Resort (Polres) Paniai dan Kodim Paniai atas perlakuan terhadap sembilan tersangka kasus anti rasisme yang ditahan pada 23 Agustus 2019 lalu membuat DPRD Deiyai tidak percaya terhadap kinerja aparat keamanan.

Wakel Ketua II DPRD Deiyai, Petrus Badokapa kepada wagadei.com mengatakan, aparat menunjukan kebodohannya kepada warga Papua terutama di Meepago.

“Lebih baik tangkap kami yang pejabat. Atau sekaligus bunuh saja kami semua yang ada di Meepago ini. Saya sangat menyesal dengan tindakan Polisi dan TNI di Paniai maupun Deiyai,” ujar Petrus Badokapa.

Ia mengatakan, sembilan orang yang sudah dipindahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Nabire dan rumah tahanan Polres Nabire merupakan penunjukan kebodohan aparat keamanan kepada masyarakat Meepago terutama dari Deiyai.

“Dan ini jelas-jelas bahwa Kepolisian menutupi dosa dan kelakuan mereka. Bahkan mereka tunjukan kebodohan atas kurangnya pengetahuan menangani suatu masalah, apalagi soal rasisme di sini,” katanya.

Ia bahkan pesimis dengan tindakan Pemerintah melalui aparat sebab tidak adili pelaku yang ujarkan kata-kata rasis di Surabaya pada 15 sampai 17 Agustus 2019 lalu. “Kalau mau adili berarti tangkap Ormas yang ada di Surabaya. Ulahnya ada di sana, awalnya mereka yang bilang kami orang Papua adalah monyet,” kata dia.

“Waktu demo di Deiyai anak-anak datang demo di kantor Bupati Deiyai itu tanpa anarkis. Mereka tidak anarkis, masyarakat datang demo aman. Tapi yang bikin kacau itu oknum anggota TNI yang tabrak Yulianus Takimai hingga tewas di tempat lalu terjadilah kekacauan. Jadi tanpa bukti pelanggaran yang jelas, langsung main tangkap,” ujarnya.

Pastor Santon Tekege, Pr mengatakan, jika sembila orang ditahan lantaran kerusuhan saat penolakan rasisme terhadap orang asli Papua (OAP), maka harusnya Polres Paniai dan Dandim Paniai juga menahan semua orang di Meepago.

“Masalah rasisme ini masalah besar. Rasisme dialamatkan kepada orang asli Papua. Nah, sembilan orang ditahan karena rasisme maka sepatutunya Kapolres Paniai dan Dandim Paniai harus tahan kita semua orang Meepago,” ujar Pastor Santon Tekege dilansir jubi.co.id. [*]

Pewarta: Aweidabii Bazil

 

banner 120x600
  • Bagikan

Respon (1)

  1. Polisi indonesia membenarkan diri padahal merekalah yang membuat masalah makanya sekarang irjen paulus waterpauw sebagai kapolda papua maka segera menyikapi bersoalan begini,karena hal begini mengnggap mereka hal sepele sehingga isu rasisme besar-besaran di subaya tidak bicara lalu tanggap orang secara buta-buta dijalan tanpa ada indikasi yang jelas tentang penanggapan orang papua,sehingga perlu ada ketegasan dari anak daerah putra terbaik papua supaya ada keadilan sedikit tentang penanganan di papua sesuai…..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *