Delapan tahun jadi Kabupaten, baru pertama PMI Deiyai dilantik

Pakage: Kami akan jadi garis terdepan

Jayapura, [WAGADEI] – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Papua telah melantik pengurus PMI Kabupaten Deiyai untuk masa bakti 2019-2024 di aula Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, Kamis, (31/10/2019) dihadiri anggota pada kepengurusan ini.

Ketua harian PMI Provinsi Papua, Zakius Degei mengatakan, sejak PMI ada di Provinsi Papua di kabupaten Deiyai tidak pernah terbentuk PMI. Sehingga beberapa waktu lalu pihaknya menyurati ke Bupati Deiyai, selanjutnya ditanggapi serius dan diberikan izin mendirikan PMI di wilayah Tigi.

“Sehingga bisa keluarkan rekomendasi untuk izinkan mendirikan PMI di Kabupaten Deiyai, sekaligus menunjuk Kornelis Pakage sebagai Ketua PMI,” kata Zakius Degei.

Menurut dia, kepengurusan tersebut semua unsur telah masuk seperti perwakilan dari Dinas Kesehatan (Dinkes), dokter, perawat, kesehatan masyarakat, dan umum.

‘Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Deiyai karena sudah ada PMI di Deiyai. Karena ini baru ada PMI makanya kami langsung terbitkan SK. Kalau sebelumnya ada berarti pasti melalui Musda. Nanti setelah lima tahun berikut baru ada Musda untuk pergantian kepengurusan baru

Pihaknya meminta kepada PMI Deiyai untuk segera melakukan orientasi kepalangmerahan, dan membnetuk relawan PMI. “Itu yang kami harapakan karena orientasi itu yang sangat penting,” ucapnya.

“Kami berharap PMI Deiyai bisa menjadi contoh untuk kehadiran PMI di Kabupaten tentangga lainnya di wilayah Meepago,” katanya.

Ketua PMI Kabupaten Deiyai, Kornelis Pakage mengatakan pihaknya siap dukung untuk mewujudkan PMI yang berfungsi baik di berbagai tingkatan, entah dalam pelaksanaan kegiatan, peraturan organisasi, sistem dan prosedur.

Dirinya sebagai Kepala Dinas Kesehatan [Dinkes] setempat, ia mengakui bahwa kerja sebagai dinkes dan PMI merupakan satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan sebab muara untuk menyelatkan naywa mansuai Mee di Deiyai.

“Yang ditetapkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, dan sarana prasarana yang diperlukan, dalam operasi penanganan bencana di seluruh wilayah Deiyai, dan ketahanan masyarakat untuk mengurangi resiko dampak bencana serta penyakit,” katanya.

Pakage mengatakan, sehingga meningkatkan pelayanan darah yang memadai, aman, dan berkualitas, untuk memperkuat hubungan kerja sama pihaknya dengan Pemerintah Provinsi Papua dan Pemperintah Pusat dalam rangka menjalankan mandat dan fungsi PMI di bidang kemanusiaan.

“Sehingga kami telah membentuk pengurus PMI Kabupaten Deiyai, dan selanjutnya kami juga mohon bantuan PMI Provinsi dan Pusat untuk mendukung sarana dan prasarana lainnya,” ucapnya.

PMI setempat, kata dia pihaknya menargetkan pendirian markas untuk kerja-kerja kepengurusan. “Program pertama yakni implementasi harapan PMI Provinsi Papua yaitu agar PMI Deiyai bisa memiliki markas,” kata dia.

“Kami ingin mewujudkan pesan Ketua Harian PMI Papua, menjadikan penggurus PMI Deiyai sebagai percontohan di Meepago,” ujarnya.

“PMI terus dituntut untuk berada di garis terdepan di bidang penanganan bencana, pengelolaan darah serta dalam menangani tugas kemanusiaan. Karena PMI adalah mitra strategis bagi pemerintah,” ujarnya.

Adapun mereka yang masuk dalam pengurus PMI Kabupaten Deiyai diantaranya, Ketua, Kornelis Pakage, waket pengembangan organisasidan SDM, Yefri Edowai, waket penanggulangan bencana, dr. Aristawuriawan, waket bidang YANKES dan UKTD, Simson Mote, Sekretaris, Lemander Edowai, Bendahara, Lina Ria Ukago ditambah empat orang anggota yaitu Hosea Pigome, Naomi Edowai, Daniel Pakage dan dr. Siskwa Wospakrik. [*]

Pewarta: Abeth A. You

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares