Bahaya, banyak obat kedaluwarsa supply ke pedalaman Mimika

  • Bagikan

Timika, [WAGADEI] – Ketika Wakil Bupati [Wabup}] Kabupaten Mimika, Johannes Rettob melakukan kunjungan kerja ke kampung Ipaya, ia mendengar keluhan dari masyarakat dan petugas kesehatan bahwa obat-obatan yang masa berlakunya sudah lewat dikirim [supply] ke daerah itu.

“Saya langsung cek di Pustu Ipaya, saya lihat langsung obat-obat tidak layak dikonsumsi pasien ada. Ini sudah tidak layak dikonsumsi, sangat membahayakan,” ujar Wabup Mimika, Johannes Rettob usai kunjungan, Rabu, [23/10/2019].

Rettob menegaskan, supply obat yang mendekati kadaluwaras ke pedalaman Mimika  tidak boleh dilakukan sebab akan membahayakan bagi kesehatan warga, bahkan hal itu justru melanggar aturan pemerintah maupun bidang kesehatan.

“Saya minta Dinas Kesehatan kirim obat ke semua Pustu di pesisir maupun pegunungan harus diperbaiki, jangan terulang lag,” ujarnya.

Lenni Tulele, salah satu petugas Pustu mengakui pengiriman obat ke daerah itu setiap tiga bulan sekali, itupun dilakukan atas niat baik petugas dengan menggunakan biaya sendiri.

Ia membeberkan alasan tak terlayani masyarakat dan kekosongan obat lantaran ketiadaan kendaraan [transportasi] milik Pustu tersebut. Sebab hendak ke Dinas Kesehatan [ibukota Mimika] harus melalui transportasi laut.

“Karena mengambilobat harus lewat jalur laut, dan selama ini petugas mengeluarkan biaya sendiri. Jadi fasilitas penyimpanan obat juga tak layak,” katanya.

Di Pustu itu ada lima petugas yang berprofesi bidan, sehingga pemberian obat kepada masyarakat juga perhitugan jangan sampai obat habis tapi pasien bertambah.

“Untuk ke kota saja kita tunggu kendaraan dari perusahaan yang lewat dulu, kalau tidak itu sangat sulit sekali untuk ambil obat di kota,” bebernya. [*]

Pewarta: Enaakidabii Carvalho
Editor: Aweidabii Bazil

banner 120x600
  • Bagikan

Respon (3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *