Anak panah, jatuh diri seorang laki-laki suku Mee

  • Bagikan

Dogiyai, [WAGADEI] – Aparat gabungan [Polri dan TNI] di Kabupaten Dogiyai, Papua dikabarkan menyita senjata tradisional seperti busur, dan anak panah pada hari Minggu, (20/10/2019). Hal itu dikatakan tokoh pemuda Dogiyai, Wenamoye Agapa.

Anak panah adalah senjata tradisional, merupakan produk budaya suku Mee, salah satu suku di Papua dari wilayah adat Meepago lekat hubungannya dengan masyakarat adat. Selain digunakan untuk berlindung dari serangan musuh, senjata tradisional juga digunakan dalam kegiatan berburu di hutan.

Menurut Agapa, TNI, Polri, dan Brimob sampai saat ini mendatangi rumah warga dan mengambil Anak Panah dan busur secara paksa. Sehingga dinilai masih melakukan pengejaran terhadap masyarakat sipil.

“Sementara mengambil anak panah secara paksa sedang lakukan di kampung Ekemani, jadi kalau orang yang menyita anak panah dan busur tiba di kampung Obayo dan Muyekebo, Distrik Kamuu Utara,” ujarnya kepada wagadei.com, Senin, [21/10/2019].

Ia mengaku, apabila anak panah dirampas maka anggap saja jati diri seorang laki-laki Mee sudah diambil alih secara paksa. “Kami simpan dan bawa anak panah bukan membunuh manusia, tapi itu sebagai adat istiadat yang kami pertahanankan,” ujarnya.

Ia mempertanyakan kenapa masih saja menyita senjata tradisional yang kini menjadi identitas suku bangsa Mee turut memperkarya khazanah kebudayaan nusantara.

Tokoh pemuda Dogiyai lainnya, Goo Bie mengharapkan kepada Bupati dan DPRD harus menghentikan sweeping dan menyita alat-alat tradisi, alat-alat kerja.

“Dan saya pertanyakan kehadiran TNI, Polri dan Brimob ini melindungi masyarakat atau mau membunuh manusia dan budaya leluhur Mee?,” katanya bertanya.

Lebih lagi anak panah dipandang sebagai jati diri seorang laki-lai suku Mee. Singkat bahasanya, tanpa anak panah, tanpa hidup. Sehingga senjata tradisional ini dipakai saat acara-acara adat istriadat seperti selesaikan masalah besar, dan tempat dansa serta saat pesta babi [Yuwo].

Pewarta: Nori Dou

Editor: Aweidabii Bazil

banner 120x600
  • Bagikan

Respon (7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *