Umat Kristen tidak pernah anarkis, FJI stop bikin kacau di Papua

Jayapura, [WAGADEI] – Ormas kontroversial Front Jihad Islam (FJI) dikabarkan mengirimkan satu kompi pasukannya ke Wamena, Papua. Mereka mendarat di dermaga konvensional pelabuhan laut Port Numbay, Jayapura, pada Selasa, (1/10/2019) pukul 09.30 WP.

Berdasarkan informasi yang beredar, satu kompi pasukan FJI yang terdiri dari 22 orang berangkat dari Jakarta menggunakan KM Ciremai di bawah pimpinan H Nasir.

Hal itu mendapat tanggapan serius dari ketua pemuda gereja Baptis di tanah Papua, Sepi Wanimbo. Ia mempertanyakan, diberangkatkan FJI apakah dengan rencana jahat untuk membunuh atau menghabiskan warga beragama Kristen di tanah Papua ataukah ada maksud lain?.

“Jujur saya mau sampaikan kepada ormas Islam, kau stop ganggu kami warga Kristen di Papua. Karena sejarah tercata,  warga Kristen asal Papua tidak pernah melakukan anarkis, kejahatan di pulau Jawa dan sekitarnya,” ujar Sepi Wanimbo kepada wagadei.com, Senin, [7/10/2019].

Menurut Sepi, umat Kristen di Papua sangat paham dan mengerti tentang Alkitab sehingga nilai kedamaian, kasih, dan kebersamaan yang diajarkan Tuhan Yesus masih pegang kuat.

Ia juga mengajak kepada seluruh warga Kristen di tanah Papua jangan terpengaru dengan isu-isu murahan tetapi tetap jaga kebersamaan, dan kekompakan dalam pelayanan gereja dan pemerintah sesuai tangung jawab masing-masing.

“Dan teruslah berjuang nilai-nilai keadilan, kebenaran, kejujuran, dan tentang kasih. Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh serta membinasakan. Aku datang, supaya mereka mempunya hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan,”katanya mengutip Injil Yohanis 10:10.

Sebelumnya, FJI dikabarkan membuka pendaftaran bagi para relawan di seluruh Indonesia untuk diberangkatkan ke Wamena, Papua, dalam rangka ‘Jihad Qital’.

FJI mempunyai basis massa di daerah Jawa Tengah, yaitu di Boyolali, Karanganyar, Magelang dan Solo. Dalam keterangannya dikatakan bahwa dengan keberadaan FJI di Kota Jayapura maka diharapkan akan membangkitkan solidaritas sesama umat muslim untuk bersama-sama berjihad di Wamena dalam rangka menyelamatkan saudara-saudara mereka.

Ketua MUI Provinsi Papua, Saiful Islam Al Payage mengatakan, persoaln di Papua tidak ada kaitan dengan unsur SARA sehingga dinilai ajakan jiat ke Papua justru memperkeruh situasi di Papua yang berangsur kondusif.

“Tidak ada unsur SARA dalam beberapa perstiwa di Papua, maka saya ajak semua tokoh agama, Pemerintah Provinsi Papua, DPRP, MRP dan pihak Kepolisian bekerjasama menenangkan situasi ini,” katanya. [Enaakidabi Carvalho]

Editor: Abeth A. You

 

526 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares