Pemkab Nabire harus perhatikan SD Negeri Bibiyeuto

Nabire, [WAGADEI] – Pelayanan pendidikan khususnya daerah-daerah terpencil di Kabupaten Nabire terbilang masih minim. Bahkan berbagai masalah yang menghambat proses pendidikan di daerah terjauh dari perkotaan masih sering muncul.

Salah satunya SD Negeri Bibiyeuto yang berada di kampung Epomani, Distrik Siriwo, Nabire itu didirikan tahun 1994 dengan enam kelas, namun sayangnya selama ini tidak disentuh langsung oleh Pemerintah Kabupaten Nabire. Lebih anehnya diajari oleh satu orang guru saja.

Seorang guru itu adalah Emanuel Kegiye. Ia sebagai kepala sekolah di SD itu merangkap guru tetap di enam kelas. Diriya mengeluhkan sejak ia ditempatkan tidak ada tenaga guru yang ditugaskan bahkan kurang memadai sarana prasarana.

“Enam kelas saya sendiri mengajar, saat saya turun ke Nabire urusan dinas biasanya anak-anak meliburkan diri karena tidak ada guru, dan itu bisa sampai satu minggu,” kata Emanuel Kegiye kepada wagadei.com di Nabire, Rabu, [2/10/2019].

Sering berbagai pihak melihat pembangunan gedung-gedung sekolah megah di perkotaan dengan fasilitas yang memadai untuk kegiatan belajar mengajar. Namun hal itu akan berbanding terbalik ketika kita melihat keadaan yang sebenarnya di daerah terpencil.

Tidak ada fasilitas yang cukup memadai untuk menunjang kemajuan proses belajar mengajar yang mereka lakukan. Gubug-gubug tak layak yang mereka sebut sebagai gedung sekolah tidak mampu memberikan fasilitas yang memadai sebagaimana sekolah-sekolah normal pada umumnya di perkotaan.

Kegiye mengatakan, selain tidak adanya tenaga pengajar juga selama ini dirinya tinggal di rumah warga tanpa perumahan dinas. “Tanpa rumah dinas, saya seorang kepala sekolah tinggal di rumah warga saja,” katanya.

Tuntutan mengajar seorang guru di daerah terpencil lebih berat bila dibandingkan tuntutan guru yang mengajar di daerah perkotaan. Hambatan ini dipicu oleh masalah minimnya sarana dan prasarana penunjang proses pembelajaran di daerah terpencil. Sehingga seringkali seorang guru di daerah terpencil memutar otak untuk memenuhi hal tersebut.

Ia mengaku,selama ini tidak pernah ada kunjungan dari Pemerintah KabupatenNabire entah Bupati, DPRD maupun dians Pendidikan . “Sehingga pemerintah Kabupaten Nabire melalui dinas terkait segera perhatikan serius,” ujarnya.

“Kedepannya melihat daerah-daerah terpencil agar permasalahan  atau keluhan bisa akomodir.

Tokoh pemuda Siriwo, Piyaiye Magapai mengatakan, masalah-masalah pendidikan di daerah terpencil tidak baik bila diabaikan begitu saja. Dalam hal ini pemerintah seharusnya mempunyai langkah-langkah konkret untuk mengatasinya.

“Bisa berwujud perhatian yang lebih dari pemerintah dan masyarakat, maupun pengawasan yang lebih intensif terhadap pendidikan di daerah terpencil. Wujud perhatian yang bisa diberikan oleh pemerintah kepada sekolah-sekolah di daerah terpencil adalah meningkatkan sarana dan prasarana yang masih minim, memperbaiki kualitas guru dengan memberikan suport materi dan motivasi secara personal,” katanya.

Ia mengungkapkan hal itu mengingat perjuangan seorang guru di daerah terpencil lebih berat bila dibandingkan dengan guru di daerah perkotaan.  Hal ini bisa dilakuukan dengan penaikan gaji guru di daerah terpencil, serta seringnya diadakan perukaran guru antar daerah agar guru di daerah terpencil dapat termotivasi semangatnya. [John Magai]

Editor: Aweidabii Bazil

 

27,143 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares