Hai OAP, hidup dan bertindaklah sebagai warga negara Papua Barat!

  • Bagikan

Oleh: Yokaaga Bunamee

 SAATNYA proteksi hidup orang asli Papua [OAP] dalam Negara Papua Barat. Selama ini, orang Papua berbicara dalam Negara Indonesia sebagai warga Negara Indonesia. Cara ini makin memperpanjang penderitaan dan penjajahan atas rakyat bangsa Papua Barat. Paradigma, kebiasaan hidup yang bangsa Indonesia mendarah daging dalam diri OAP. Paradigma dan cara hidup yang penuh dengan kebohongan, kejahatan dalam Negara Indonesia harus dibantai dan dimusnahnya.

OAP sudah saatnya harus melepaskan diri dari semua-semuanya termasuk hubungan kenegaraan. Orang Papua sudah harus sadar penuh untuk hidup dan bertindak selalu sebagai warga bangsa Papua Barat. Bagaimana OAP yang adalah warga Negara Papua Barat hidup dan bertindak? Beberapa hal penting yang harus diperhatikan, diantaranya aalah;

Pertama, OAP siapa pun dia harus sadar penuh bahwa OAP adalah warga bangsa Papua Barat, bukan warga Indonesia. Kesadaran ini akan mengubah paradigma dan cara hidup yang baru, baik secara politis, ekonomis, psikologis dan kultural. OAP yang sadar akan dirinya sebagai warga Negara Papua Barat akan bertanggung jawab penuh untuk menjaga dan memelihara bangsanya dari penjajahan negara lain, terlebih bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia adalah “negara ilegal” dalam Negara Papua Barat.

Karena itu, lambang, simbol-simbol, alat kelengkapan dan wawasan nusantara tentang bangsa Papua Barat sudah saatnya didengungkan. Sudah saatnya dipelajari dan diajarkan turun temurun, sambil dipraktekan oleh segenap warga bangsa Papua Barat. Dokumen-dokumen Negara Papua Barat, sejarah perjuangan dan pencapaian kemerdekaan bangsa Papua Barat harus diajarkan di sekolah-sekolah dan terlebih dipelajari secara otodidak. Dokumen, simbol-simbol atau alat kelengkapan negara bangsa Papua Barat harus mendarah daging dalam diri segenap warga Papua Barat.

Kedua, Menolak secara tegas dan radikal keberadaan bangsa Indonesia di Papua, sebab mereka adalah Penjajah Bangsa Papua Barat. Wilayah teritorial bangsa Papua Barat Jelas, yakni Sorong-Merauke. Dari Sorong sampai Merauke berhenti menjalankan roda pemerintahan Negara Penjajah [Indonesia]. “Setiap dan semua OAP yang menjalankan sistem Pemerintahan negara penjajah adalah menjajah dirinya sendiri.” Untuk menghentikan penjajahan yang panjang ini, semua orang Papua mogok menjalankan sistem pemerintahan Indonesia. OAP menolak secara tegas dan radikal semua nasionalisasi bangsa Indonesia terhadap bangsa Papua Barat.

Ketiga, OAP harus mampu menunjukkan dirinya sebagai bangsa Papua Barat yang setara dengan bangsa-bangsa lain di dunia, termasuk bangsa Indonesia yang sedang menjajah Papua. Artinya, menjadi OAP tidak akan pernah menjadi orang Indonesia, secara sederhana Ras saja berbeda, budaya saja berbeda, pulau saja terpisah. Keperbedaan dan keterpisahan antara bangsa Papua Barat dan bangsa Indonesia ini tak dapat disatukan atau disamakan, dengan cara apa pun, sekalipun dengan kekuatan militer. Pemaksaan bangsa Papua Barat menjadi Bangsa Indonesia dengan kekuatan senjata tak akan pernah membunuh semangat, jati diri OAP sebagai bangsa Papua Barat.  OAP sendiri mampu menunjukkan diri bahwa OAP bukan bangsa Indonesia. OAP adalah bangsa Papua yang punya dasar negara, yang punya hukum secara legal dan fakta.

Keempat, OAP harus yakin penuh bahwa dirinya bangsa Papua, mampu menghidupi diri bangsa melebihi bangsa-bangsa lain di dunia. Semangat hidup sebagai sebuah bangsa berdaulat harus tumbuh subur dalam diri OAP. Harus ada power dari dalam yang mampu menunjukkan kepada dunia luar sebagai sebuah bangsa, atau mengatakan diri bukan bagian dari Indonesia. Dalam arti ini, OAP yang masih belum merasa diri atau hanya setengah merasa dirinya OAP, sudah saatnya sadar dan menunjukkan identitas dirinya di depan Indonesia sebagai negara Penjajah dengan cara: OAP hidup bukan karena Indonesia, OAP tidak tergantung Papua Indonesia, OAP menolak Negara Indonesia, OAP tidak menjalankan sistem negara Indonesia di atas teritori bangsa Papua Barat dan OAP menunjukkan bukti-bukti sejarah dan dokumen serta alat kelengkapan negara sebagai sebuah bangsa yang setara dengan bangsa Indonesia.

Kelima, OAP sudah saatnya bersatu membentuk kabinet kenegaraan, hukum dan sistem kenegaraan bangsa Papua Barat. Selanjutnya, OAP menunjuk dari antar semua AOP seorang menjadi kepala negara dan sudah saatnya menjalankan sistem kenegaraan Papua Barat. OAP menyusun hari besar kenegaraan bangsa Papua Barat dan mulai melakukan upacara-upacara kenegaraan dan membentuk sistem kenegaraan Papua Barat terpisah dari Indonesia, negara penjajah.

Dengan menyadari, membentuk dan menjalankan beberapa hal ini dari OAP sebagai warga negara Bangsa Papua Barat, secara otomatis dunia akan mengakui Papua adalah bangsa yang terpisah dari bangsa Indonesia. OAP jangan melihat negara Indonesia sebagai negaranya, jangan bergantung penuh pada Indonesia sebagai Tuhan orang Papua. OAP punya kekuatan, OAP punya Tuhan, OAP punya negara adalah Bangsa Papua, Tuhan bangsa Papua Barat bersemayam di dalamnya.

Tuhan bangsa Papua Barat tidak kejam seperti milik bangsa Indonesia yang menembak mati orang, membunuh rakyat, yang membohongi. Tuhan bangsa Papua Barat adalah yang melindungi, yang mencintai, yang menghidupkan dan yang menyertai. Di atas wadas Tuhan Allah bangsa Papua Barat, negara Papua Barat berdiri kokoh sederajat dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Karena itu, bersama Tuhan Allah bangsa Papua Barat, OAP harus hidup sebagai sebuah Negara dan OAP jangan pernah mengakui Indonesia sebagai negaraku karena dari dulu hingga sekarang Indonesia adalah penjajah, pembohong dan pembunuh warga Bangsa Papua Barat. Semoga! [*]

*). Penulis adalah pemerhati masalah sosial politik, tinggal di Keerom, Papua

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *