Di Ekspo, selama empat jam mahasiswa dipukul dan dijemur

Jayapura, [WAGADEI] – Tuntutan mahasiswa Paua di Jayapura dan mahasiswa Papua ang eksodus dari luar Papua adalah rektor Universitas Cenderawasih [Uncen] Jayapura membukakan pintu auditorium sebaagai tempat mereka berkumpul pada Senin,[23/9/2019] sejak dini hari hingga siang hari.

Namun yang terjadi adalah hal yang tidak diinginkan bersama. Rektor justru memberikan kewenangan peuh kepada Kepolisian Resort [Polres] Jayapura Kota menggantikan kapasitasnya tangani para generasi emas Papua itu.

Salah satu mahasiswa eksodus yang namanya enggan dipublikasikan menyebutkan bahwa setibanya diantar paksa ke Ekspo, Waena terjadi bentrok.

“Pihak aparat keamanan tidak mengijinkankami berada di halaman auditorium Uncen, mereka membubarkan kami dan antar ke Ekspo, Waena,” katanya kepada wagadei.com, Jumat,[27/9/2019].

Sesampai di Ekspo dan turun dari truck, langsung terjadi penembakan gas air mata bahkan tembakan senjata laras panjang serta pendek dan pistol. “Saat kami turun di Ekspo, di situ langsung bentrokan. Pihak aparat keamanan mereka jalankan tembakan dan gas air mata,” ujarnya.

“Kami masuk ke anjungan Ekspo tempat kami tinggal. Di situ kami dapat pukul rata semua. Dan teman-teman, kami semua [massa aksi mahasiswa] itu tiarap atau merayap di bawah tanah dalam keadaan buka baju,” ungkapnya dia.

Dijemur tanpa baju, kata dia selama empat jam lebih di atas aspan [smen] hingga dibawa ka Mako Brimob yang berada di Kota Raja.

“Kami dijemur di smen [aspal] dari pukul 10.00 hingga 13.00 WP. Setelah itu kami semua dibawa di Mako Brimob dan satu hari ditahan di situ. Sekarang kami sudah pulang,” imbuhnya.

Kini, lanjutnya mereka sedang bersihkan luka dan tumpukan darah kotor bekas pukulan saat penyiksaan itu.

“Peristiwa itu kami 733 orang telah ditangkap dan ditahan selama satu malam di Mako Brimob Kota Raja,” ucapnya.

Menurut dia, dari peristiwa itu enam orang mahasiswa masih ditahan dengan tuduhan makar dan empat  orang mahasiswa telah meninggal dunia karena tembakan peluru tajam [besi] dan satu anggota TNI juga meninggal dunia. [Aweidabii Bazil]

Berikut foto-foto korban kekerasan.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares