Belajar mengajar di Deiyai kembali normal

Jayapura, [WAGADEI] – Aktifitas belajar-mengajar di Deiyai, Papua kembali normal setelah sempat diliburkan sejak demonstrasi yang berujung pada korban nyawa warga sipil anggota Tentara pada 28 Agustus 2019.

Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran [P&P] Deiyai, Piter Adii mengatakan, kegiatan belajar mengajar saat ini sudah normal kembali mulai tingkat TK, SD,SMP, SMA dan SMK serta perguruan tinggi [PT].

“Hari ini saya langsung sidak [inspeksi mendadak] ke semua sekolah mulai dari SD dan SMP YPPK Edagotadi, SD Inpres Watiyai dan SD YPPK serta SMP Negeri Tigi Timur. Mereka sudah lakukan baris berbaris, kebersihan lingkungan sekolah da nada yang mulai proses belajar mengajar,” ujar Piter Adii kepada Jubi per selularnya, Senin, [16/9/2019].

Ia mengaku, di sekolah itu masih minim kehadiran guru dan murid namun telah nampak semangat untuk belajar mengajar.

“Selanjutnya saya turun ke Waghete, ibukota Deiyai. Di sini saya temui SD YPPK dan SMP YPPK Waghete sudah ada murid dan guru. Mereka baraktivitas di lingkungan sekolah. SD dan SMP Negeri 1 Tigi dipulangkan sejak pagi karena minim hadirnya siswa. Selanjutnya SMA dan SMK Negeri juga berativitas seperti biasa, sudah ada proses belajar,” ungkap Adii.

Lanjutnya, ia belum sampai di Tigi Barat namun telah utus stafnya untuk mengecek langsung kondisi sekaligus memerintahkan semua kepala sekolah agar lupakan peristiwa yang menelang korban dan lanjutkan belajar mengajar.

“Di Bomou SD YPPGI dan SMP juga sudah jalan seperti biasa, mereka [Bomou] ini dari minggu lalu sudah aktivitas belajar mengajar. Juga di Damabaga juga SD YPPK dan SMP Negeri sudah mulai beraktivitas dari minggu kemarin,” katanya.

Adii mengatakan, Bupati Ateng Edowai juga telah mengeluarkan himbauan agar proses belajar mengejar segera dilakukan. “Dan sudha diumumkan di semua gereja, kami juga smapaikan supaya berjalan seperti biasa,” katanya.

“Kami sampaikan ke semua kepala sekolah entah SD, SMP maupun SMA jangan takut dengan kejadian kemarin tapi aktivitas belajar mengajar harus jalankan,” ujarnya.

Di hari pertama pasca tragedy ini, kata dia pihaknya menyimpulkan di semua sekolah beraktiviats 70 persen. “Itu kami lihat darikehadiran guru dan murid baru 70 persen, harap dalam minggu ini 100 persen kembali normal,” ujar.

Kepala SMP YPPK Waghete, Yoakim Tekege mengatakan, sekolah yang dipimpin selama tiga minggu mogok dan telah aktif belajar mengajar. Walaupun demikian, kata dia, anak muridnya baru 50 persen dari jumlah smeula.

“Ya hari ini mulai hari mulai aktif belajar mengajar kembali, semua sekolah. Untuk kami, siswa stengah yang datang. Kalau guru hanya tiga orang yang tidak masuk, karena mereka berada di luar daerah,” ujar Tekege. [Abeth A. You]

Sumber: jubi.co.id

banner 120x600

Respon (11)

  1. Hi, everybody! My name is Carin.
    It is a little about myself: I live in Australia, my city
    of North Shore.
    It’s called often Northern or cultural capital of NSW.
    I’ve married 3 years ago.
    I have two children – a son (Jarred) and
    the daughter (Janet). We all like Association football. http://aaa-rehab.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *