40 hari kematian Uskup Timika, Paroki St Yosep Nabire Barat gelar misa arwah

  • Bagikan

Nabire, [WAGADEI] – Bahwa seluruh umat Katolik di tanah Papua, lebih khususnya Keuskupan Timika benar-benar merasa kepergian mendiang Uskup Timka, Mgr. Jhon Philip Saklil, pr. Nyatanya sang Uskup itu telah tiada kurang lebih 40 hari sejak Sabtu, [3/8/2019].

Mengenang 40 hari kematina itu, Rabu, [11/9/2019] umat Paroki St Yosep Nabire Barat di Dekenat Cenderwasih mengadakan misa arwah bersama dipimpin oleh Pastor Paroki setempat Injonito Gerry Dahkorus.

“Kematian itu indah, kematian adalah sebuah kepastian. Maka setiap orang harus menyadari bahwa kematian itu sungguh indah,” ujar Injonito Gerry Dahkorus dalam kotbahnya.

Ia mengatakan, Kristus telah menumbuhkan harapan kokoh akan kebangkitan mulia sehingga umat manusia yang takut akan maut yang tidak terima itu dengan sungguh-sungguh dihibur oleh hidup abadi.

“Yang Tuhan telah janjikan kematian adalah perubahan hidup, bukan hidup dilenyapkan dan bahwa kediaman abadi yang tersedia bagi kita semua di Surga. Bila penggembaraan di dunia ini akan berakhir,” ujarnya.

Secara khusus, lanjut dia, pihaknya beribadat demi keselamatan arwah armarhum Uskup Jhon Philip Saklil. Agar jiwanya dimurnikan oleh Tuhan, berkat dukugan doa dari semua orang terutama umat setempat agar sukacita penuh di Surga.

“Secara istimewa kita mendoakan dia hari ini. Sebab dia adalah Uskup yang berwibawa. Meskipun sudah meninggal dunia tetapi relasi kita dengannya tidak terputus,” katanya.

Ia juga mengajak para umat Tuhan setia untuk memikirkan dan mendoakan mereka yang sudah meninggal dunia. Ini adalah sebuah keutamaan yang seharusnya dilalukan oleh setiap pribadi.

“Mendoakan orang sudah meninggal juga menjadi tanda iman yang tulus kepada Tuhan. Dialah pencipta pengatur hidup kita dan sumber pengharapan kita semua, baik hidup maupun mati,” ucapnya.

Ia menambahkan, mengikhlaskan tentang kebangkitan Yesus dari antara orang mati. Kebangkitan yang membawa kebangkitan atas kuasa maut, kebangkitan Yesus inilah inti dasar iman dan harapan kita.

“Bahwa Uskup kita Jhon Philip Saklil yang 40 hari 40 malam bersenang bersama Tuhan dan jika kelak akan bangkit pula dan tinggal bersama kita,” katanya.

“Jadi terutamaan adalah luangkan waktu sejenak untuk mendoakan orang-orang meninggal terlebih dahulu agar mereka mendapatkan tanah abadi yang Tuhan janjikan,” pungkasnya. [Nori Douw]

Editor: Aweidabii Bazil

 

banner 120x600
  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *