Makin hilang kepercayaan terhadap Negara Indonesia

Jayapura, [WAGADEI] – Lambatnya penanganan terhadap ujaran rasis terhadap mahasiswa Papua di depan asrama mahasiswa Papua di Surabaya yang dilakukan oleh organisasi masyarakat [ormas] telah menyebabkan aksi kekerasan makin meluas. Sebab, orang asli Papua [OAP] merasa penghinaan itu ditujukan kepada semuanya.

Kordinator Jaringan Damai Papua [JDP], Pastor John Bunay, Pr menyerukan pihaknya menyesalkan berbagai aksi kekerasan yang terjadi di Papua dan di luar Papua karena merupakan kejahatan dan pelanggaran terhadap harkat dan martabat kemanusiaan.

“Ini menimbulkan kerugian, korban jiwa dan yang paling mendalam adalah hancurnya hubungan sosial di antara masyarakat, dan batin hilangnya kepercayaan terhadap Negara Indonesia,” ungkap Pastor John Bunay, Pr ketika menggelar konfrensi pers di Abepura, Sabtu, [7/9/2019].

Bunay meyakini aksi-aksi yang terjadi justru mempertegas sikap pemerintah yang tidak sungguh-sungguh dalam menyelesaikan akar permasalahan di Papua secara menyeluruh melalui pendekatan-pendekatan non-kekerasan.

Selama ini menurut dia, JDP telah menawarkan gagasan dialog sebagai media untuk menyelesaikan permasalahan di Papua. Gagasan ini kini telah disuarakan secara meluas dan masif oleh berbagai pihak termasuk pemerintah sendiri.

“Hanya saja JDP berpendapat pemerintah belum memulai dengan langkah konkret meskipun presiden republik Indonesia Joko Widodo telah mengatakan mendukung proses tersebut,” bebernya.

“Karena itu JDP kembali mendesak pemerintah agar segera memulai tahapan dialog yang bermartabat guna merumuskan masalah dan solusi atau penyelesaian permasalahan di Papua secara menyeluruh dan bermartabat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, dialog dimulai dengan menggunakan pendekatan pada tujuh wilayah adat di Papua dengan melibatkan perwakilan dari berbagai komponen, yakni Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, TNI, Polri, kelompok bersenjata di Papua, orang Papua di Papua, orang Papua di luar Papua, penduduk di Papua, investor dan media.

“Sejalan dengan itu JDP mengajak berbagai pihak agar menghentikan tindakan dalam bentuk apapun yang dapat berpotensi meningkatkan siklus kekerasan. Kami mengajak para tokoh untuk bekerja sama membangun komunikasi yang dimulai dari bawah guna meredakan ketegangan, kekawatiran dan sikap permusuhan agar relasi sosial di antara masyarakat sipil dapat dibangun kembali,” tuturnya.

Pihaknya  juga meminta agar penegakan hukum yang dilakukan berlaku adil dan transparan terhadap semua pihak. Aparat penegakan hukum yang bukan prinsip-prinsip HAM secara benar dan imparsial.

“Sekali lagi, bagi JDP hanya dengan menggunakan media dialog maka permasalahan Papua dapat diurai dengan jernih dan diselesaikan secara adil dan bermartabat,” kata Bunay. [Abeth A. You]

banner 120x600

Respon (11)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *