Busur dan anak panah jati diri laki-laki suku Mee

Jayapura, [WAGADEI] – Dewan Adat Wilayah [DAP] Meepago menyoroti penyitaan  busur dan anak panah di rumah warga Deiyai yang dilakukan oleh aparat keamanan, TNI dan Polri di wilayah Kabupaten Deiyai, Papua.

“Mulai tanggal 30 Agustus sampai sekarang Tentara, Polisi dan Brimob masih lakukan penyitaan terhadap busur dan anak panah di rumah masyarakat. Mereka sudah mabil semua busur dan anak panah,” ujat ketua DAW Meepago, Oktopianus Marco Pekei kepada wagadei.com melalui selular, Jumat [6/9/2019].

Ia mengatakan, busur dan anak panah merupakan suatu ciri khas bagi seorang laki-laku suku Mee di Papua dan warisan yang mesti dipertahankan secara adat istiadat.

“Jadi busur dan anak panah wajib dimiliki oleh setiap laki-laki, itu wibawa. Ya, bukan untuk membunuh orang dan bukan alat perang jadi jangan alergi melihat busur dan anak panah,” ungkapnya.

Menurut dia, penyitaan itu dilakukan oleh aparat keamanan pasca demontrasi jilid II, Rabu, [28/8] di mana 10 pucuk senjata hilang pasca bentrok antara masyarakat dan aparat di halaman kantor Bupati Deiyai.

“Mereka sudah sita di Waghete dan sekitarnya, Tigi Barat,Tigi Utara dan dikabarkan hari ini penyitaan di rumah warga Tigi Timur,” ucapnya.

“Ini sangat menyayangkan karena membuat masyarakat makin trauma. Tidak nyaman, seakan kita ada di daerah operasi militer. Mohon segera hentikan dulu,” katanya.

Ia mengatakan, pihaknya sedang melakukan pendataan berapa anak panah dan berapa jumlah rumah yang didatangi aparat keamanan untuk mengambil secara paksa alat adat itu. “Harap segera hentikan,” ucapnya.

Senada juga dikatakan, John NR. Gobai. Salah satu anggota DPR Papua yang diangkat melalui jalur Otonomi Khusus [Otsus]. Ia mengatakan, anak panah merupakan soal ciri khas, kewibawaan dan harga diri seorang laki-laki Mee.

“Itu bukan alat perang. Jadi aparat keamanan jangan selalu berpikir anak panah itu identik dengan perang,” ungkap Gobai.

Ia mengharapkan Kapolres Paniai dan Dandim segera tarik paukan karena meereskan masyarakat di Deiyai. “Saya harap aparat yang berlebihan di Deiyai segera ditarik, jangan terus membuat situasi mencekam di Deiyai,” kata dia.

“Pemerintah,TNI dan Polisi segera pulihkan kondisi daerah. Kan, sembila senjata api sudah dikembalikan namun kondisi masih mencekam. Ini tidak boleh terjadi,” katanya.

Kapolres Paniai yang dihubungi wagadei.com melalui Kasat Intelkam Polres Paniai, Ipda. John Itlay mengatakan, dirinya belum tahu tentang penyitaan anak panah itu, namun akan diinfokan setelah pihaknya memastikan apakah benar dilakukan atau tidak.

“Saya belum tahu tapi saya cek dulu baru saya kasih info,” kata Itlay. [Abeth A. You]

Editor: Aweidabii Bazil

Share

One thought on “Busur dan anak panah jati diri laki-laki suku Mee

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares