Sembilan dari 10 buah senjata milik TNI dikembalikan

  • Bagikan

Jayapura, [WAGADEI] – Bupati Kabupaten Deiyai, Ateng Edowai mengatakan, pihaknya telah berusaha mencari 10 buah senjata milik Tentara Nasional Indoneisa [TNI] yang hilang pada Rabu [28/8/2019].

“Sembilan dari 10 pucuk senjata milik TNI berhasil ditemukan. Dan sudah di tangan mereka [TNI],” ujar Bupati Ateng Edowai saat menggelar pertemuan tertutup antara TNI, Polri dan DPRD Deiyai di ruang rapat Bupati Deiyai, Jumat, [30/8/2019].

Hilangnya senjata itu saat terjadi insiden penembakan unjukrasa anti rasisme yang berkembang menjadi bentrokan antara massa dan aparat keamanan.

Bupati Edoway bahkan mengapresiasi masyakaratnya rela mengembalikan 10 pucuk senjata setelah diperintahkan harus kepada pemilik.

“Tugas saya hanya cari 10 senjata yang hilang dan kembalikan kepada pemilik, karena saya tidak mau terjadi sama dengan Nduga. Saya mau lindungi masyarakat saya,” ujarnya tegas.

Selain itu, kata Edoway, satu orang TNI terkena panah meninggal dunia dan empat warga Deiyai meninggal dunia diantaranya satu marga Kotouki dan tiga lainnya belum diidentifikasi karena belum dikenal entah orang dari mana.

“Kami harapkan bisa melihat di RSUD Waghete dan 24 orang sedang dirawat di Rumah Sakit Paniai,” ucapnya.

Terpisah, Kapolres Paniai, AKBP. Abdullah Wakhid Prio Utomo yang dihubungi jurnalis wagadei.com hanya dibalas dengan pesan SMS dengan sangat singkat atas tiga pertanyaan yang dikirim.

Ditanya pertama, infonya 10 buah senjata sudah dikembalikan? Kedua, ada isu masyarakat Deiyai tidak bisa akses untuk mengecek korban di sekitar lokasi penembakan dan RSUD Paniai maupun RSUD Deiyai, apa benar? Ketiga, berapa jumlah korban aparat keamanan dan warga sipil?

“1. Belum, 2. Kata siapa dan 3. Korban apa?,” begitu balasan Kapolres Paniai melalui pesan SMS.

Selanjutnya, jurnalis wagadei.com juga balas menanyakan beberapa pertanyaan, salah satunya alasan Polres Paniai menahan korban rawat di RSUD Paniai jadi jaminan juga belum dibalas. [Abeth A. You]

banner 120x600
  • Bagikan

Respon (8)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *