Berujung anarkis, Polda tetapkan 28 tersangka

Jayapura, [WAGADEI] – Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah [Dir Reskrimum Polda] Papua, Kombes Pol. Toni Harsono mengatakan, Polda Papua telah menetapkan 28 tersangka dari 64 orang yang berhasil diamankan saat aksi demo rasisme yang berujung anarkis yang berlangsung pada Kamis, [29/8/2019] di Kota Jayapura, Papua.

Ia mengatakan, pihaknya langsung melakukan pemeriksaan terhadap 64 orang namun 28 orang masuk dalam kategori tersangka dlaam kasus pelemparan, penjarahan dan memprovokasi pada aksi demo.

“Akhirnya kami berhasil menetapkan 28 orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut,” katanya kepada wartawan , Sabtu, [31/8/2019] di Mapolda Papua.

Menurut dia, barang bukti yang dikumpulkan telah menemukan beberapa alat jajam, katapel, kayu dan beberapa barang jarahan berupa motor baru dan juga motor milik orang lain yang diparkirkan di pinggir jalan dan Sembilan bahan makan [sembako].

“Mereka [para tersangka] telah melanggar pasal 170 KUH  pencurian dengan kekerasan, tindak pidana pembakaran, menghasut orang untuk melawan hukum dan membawa senjata tajam [sajam] saat aksi demo,” katanya.

Ia menjelaskan, ada beberapa kendaraan dirusak oleh massa aksi, sekitar pukul 14.00 WP massa sudah sampai di Abepura dan mulai melakukan pengrusakan diantaranya membakar Gedung MRP, membakar Grapari Telkomsel, rumah-rumah masyarakat yang ada di pinggir jalan, Kantor Kominfo, Kantor KPU Papua, dan beberapa faslitas umum lainnya.

“Aksi tersebut juga terjadi pembobolan di Lapas Abepura yang mengakibatkan 12 narapidananya kabur dari lapas. Hingga kini ke 12 Napi tersebut masih dilakukan pengejaran oleh aparat keamanan,” katanya (Abeth A. You)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares