Imapa Yogyakarta nyatakan tolak pendekatan TNI, Polri dan Pemerintah Indonesia

  • Bagikan

Jayapura, [WAGADEI] – Mahasiswa Papua di Daerah Istimewah Yogyakarta [D.I.Y] yang tergabung dalam wadah Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua [Imapa] nyatakan menolak berbagai upaya pendekatan yang hendak dilakukan Pemerintah Indonesia melalui TNI dan Polri.

Penolakan itu, bagi pelajar dna mahasiswa asli Papua yang sedang mengenyam pedidikan di Yogyakrta hanyalah meredam ujaran rasis yang masih panas di tingkat nasional.

Menurut Ketua Imapa D.I.Y, Aris Yeimo, hal itu dilakukan hanya untuk menjaga kehormatan, harkat dan martabat serta menjaga nama baik orang asli Papua [OAP] terkait dengan ujaran rasis [Orang Papua Monyet] yang memicu terjadinya aksi [demonstrasi] di berbagai kota baik di Papua, Papua Barat, Ppaua New Guniea, Timer Lesta bahkan di Indonsia Tengah dan Indoensia Barat.

“Hal ini telah disikapi oleh Pemerintah Provinsi Papua [Gubernur Papua], DPR Papua, MRP. Mereka sudah mengeluarkan pernyataan ‘Pelajar dan Mahasiswa Papua di luar Papua segera pulang’,” ujar Aris Yeimo melalui keterangn persnya kepada wagadei.com, Minggu, [25/8/2019].

Oleh karen itu, kata Yeimo, pihaknya telah sepakat dan nyatakan menolak segara bentuk pendekatan, kunjungan  dari Pemerintah Indoensia ke asrama, kampus, kontrakan, kos-kosan untuk kepentingan politik damai di Yogyakarta.

“Hingga detik ini ada upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia yang hendak melakukan niat damai [pemohonan maaf] untuk meredam situasi ini. Maka kami pelajar dan mahasiswa Papua di D.I.Y dengan keras dan tegas menolak kelompok-kelompok yang mengatasnamakan pelajar dna mahasiswa Papua di Yogyakarta,” ungkapnya.

Ia juga menghimbau kepada pelajar dan mahasiswa Papua untuk tidak terjebak dalam ajakan pertemuan, seminar dan lain-lain dalam politik damai. [Aweidabii Bazil]

banner 120x600
  • Bagikan

Respon (5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *