Kontrakan siswi program ADEM Papua di Solo didatangi Polisi, Bogor juga sama

Jayapura, [WAGADEI] – Kontrakan milik siswa program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Papua di Kabupaten Karanganyar, Solo, Jawa Tengah didatangi satu orang anggota Polisi dari Kepolisian Sektor [Polsek] Karanpandang.

Maga Touyee, salah satu siswa afirmasi kepada wagadei.com mengatakan, setiba di kontrakan pulang dari ATM bersama empat kawannya sedang ditunggu oleh seorang laki-laki. Ia bahkan memperkenalkan seorang Polisi dari Polsek setempat bernama Utung.

“Pas pukul 187.00 WIB kami lima orang sama-sama pulang dari ATM ambil uang pak Polisi itu ada tunggu depan kontrakan, dia langsung menyapa kami ‘selamat sore dan kami juga balik sapa dia,” ujarnya dibalik telepon genggem.

Setelah itu, dia dekati dan langsung memperkenalkan identitasnya lalu memberikan beberapa bahasa motivasi, diantaranya rajin belajar, jaga diri dan lainnya. Setelah itu ia menawarkan foto bersama-sama.

“Pertemuan dengan kami tidak lama, hanya 15 menit begitu. Setelah selesai ia minta kami foto bareng. Baru kami Tanya foto untuk apa? Dia jawab hanya kenang-kenangan saja. Tapi kami tolak dan lansgung lari ke belakang,” ungkapnya.

Lanjut dia, utnuk wujudkan keinginanPolisi mereka putuskan hanya satu orang saja yang foto bersama. “Ada teman satu yang foto dengan dia, itu sebagai mewakili kkami semua,” imbuhnya.

Berlima masing-masing dua dari Sorong, satu dari Deiyai, satu siswi dari Manokwari dan satu lagi dari  Jayapura. “Kami satu sekolah, di SMA Negeri Karanpandang dibiayai melaui program Afirmasi Pendidikan Menengah,” ujarnya.

***

Slaah satu mahasiswa Papua di Bogor,Palentinus Tekege mengatakan, mereka juga telah didatangi Polisi dan TNI di semua asrama, kontrakan dan kos-kosan yang ditempati mahasiswa Papua.

“Ada tentara datang di kosyang kami tinggal di kota Bogor, mereka bilang mau silahturami dengan mahasiswa Papua di Bogor,” ujarnya.

Menurut dia, tiga kontrakan telah didatanagi Polisi dan TNI dna lakuka foto bersama sedangkan di asrama Papua para penghuni tidak terima dan pulangkan.

“Tadi kami Tanya ada perintah siapa datang ke sinni karena sudah bertahun-tahun kami di Bogor tidak biasa begitu hanya bru kali ini bisa lakukan. Mereka hanya bilang cuma silahturami saja,” ungkapn dia.

Ia bersama rekan-rekannya telah berkomitmen bahwa apalbila TNI dan Polisi datangi di tempat lain lagi maka wajib menanyakan atas perintah siapa dan apa tujuannya.

“Jadi di kota Bogor hari ini ada TNI dan Polri sedang cek setiap kelurahan, kami mohon agar kawan-kawan dari Papua waspada,” pungkasnya. [Enaakidabi Carvalho]

4,411 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares