Dinkes Papua janji tuntaskan cakupan PIN Polio di 14 kabupaten terisolir

  • Bagikan

Jayapura, [WAGADEI] – Dinas Kesehatan [Dinkes] Provinsi Papua telah melakukan penandatangan kerjasama atau memorandum of understanding (MoU) dengan Direktorat Surveilans Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

MoU itu untuk menyewa pesawat kecil, helikopter dan kapal laut agar bisa menjangkau dan melayani imunisasi bagi anak-anak Papua usia 0-15 tahun di 14 kabupaten yang masih rendah akibat isolasi geografis [terosolir].

Di ruang 214 gedung Adhyatma, Kantor Kemenkes RI Jl. HR Rasuna Sahid Jakarta, Jumat (16/08/2019) Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes RI, drg. R. Vensya Sitoha dengan Kadinkes Papua, drg. Aloysius Giyai melakukan kesepakatan itu.

“Kami baru selesai melakukan penadantangan MoU dengan Kemenkes dengan pembiyaan Rp 5,8 Miliar untuk menjangkau pelayanan Sub PIN Polio yang rendah di empat belas kabupaten.

Kadinkes Papua,drg. Aloysius Giyai mengatakan, guna menunjang pelaksanaan itu pihaknya menyepakati anggaran sebesar Rp 2,9 Miliar yang berasal dari Kemenkes.

“Uang senilai Rp 2,9 Miliar ini untuk menyewa transportasi udara, baik helikopter seperti Helivida di Wamena atau helikopter milik Freeport dan maskapai penerbangan kecil. Juga untuk biaya pelayanan transportasi perairan dan darat,” ujar drg. Aloysius Giyai kepada wagadei.com melalui telepon selulernya, Jumat, [16/08/2019].

Menurut Giyai, berdasarkan grafik prosentasi cakupan sub PIN Polio putaran kedua Provinsi Papua per kabupaten per 10 Agustus 2019, sebanyak 14 kabupaten masih sangat rendah dalam cakupan imunisasinya.

Ia membeberkan faktor penyebabnya ialah sulitnya akses transportasi yang dialami petugas medis karena  kondisi geografis yang menantang.

“Atas evaluasi dari Dinkes Papua kepada Kemenkes, maka Kemenkes pun menyediakan anggaran melalui refocusing guna membiayai  transportasi dan operasional untuk pelayanan di keempat belas kabupaten itu dengan,” ungkapnya.

Diantaranya, Nduga (4,64 %), Dogiyai (51,61 %), Lanny Jaya (59,07 %), Intan Jaya (61,57 %), Mamberamo Raya (62,65 %), Jayawijaya (70,25 %), Tolikara (71,18 %), Yalimo (72,63 %), Pegunungan Bintang (72,75%), Yahukimo (72,82 %), Sarmi (72,84 %), Nabire (79,80 %), Puncak Jaya (85,02 %) Merauke (85,86 %.

“Kami berharap hingga Desember 2019 ini, anak-anak Papua dari 0-15 tahun semuanya bisa mendapat PIN Polio berkat kebijakan menyewa alat transportasi dari Kemenkes ini. Ini bukti bahwa negara, dalam hal ini Kemenkes betul-betul peduli pada kesehatan anak-anak Papua agar tidak mendapat kasus polio pada masa yang akan datang,” katanya.

Oleh karena itu, ia menghimbau kepada para bupati dan kadinkes kabupaten agar berkomitmen membantu Dinkes Papua dan Kemenkes guna menuntaskan pelayanan PIN Polio.

Dilakukan itu, Giyai memiliki komitmen bahwa generasi muda Papua harus bebas Polio. “Anak-anak Papua harus bebas polio. Kita akan buat sejarah baru bahwa anak-anak Papua semuanya mendapat imunisasi,” ujarnya. [Abeth A. You]

banner 120x600
  • Bagikan

Respon (9)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *