Konser Dj di lapangan Sapta Marga meresahkan warga Nabire

Nabire, [WAGADEI] – Digelarnya acara colour fest dan konser Dj di lapangan Sapta Marga Kodim 1705 Nabire, Papua pada Minggu, [4/8/2019] dinilai meresahkan bagi warga kota Nabire, terutama pada warga yang rumahnya berdekatan dengan digelarnya konser Dj tersebut.

Konser Dj dilakukan oleh Komunitas Peduli Nabire [Kopena] pada malam hari itu justru membuat warga yang bermukim di komplek Kodim menjadi emosi karena volusi pada speaker teerlalu berlebihan. Sehingga amarah itu dilampiaskan dengan teriak ke arah panggung.

“Wee, kamu bikin acara apa ini? Bikin ribut saja. Kami sangat terganggu. Memangnya tidak ada acara lainkah,” teriakan seorang warga yang namanya tidak mau sebutkan dari di luar panggung.

Wartawan wagadei.com juga turut pantau di tempat melihat sedikitnya puluhan anak asli Papua di bawah umur meramaikan panggung konser Dj.

“Sudah jauh malam 22.00 WP acara konser Dj masih hidup dan anak-anak usia sekolah masih berkeliaran menyaksikan generasi muda yang gemar Dj dan bergoyang gila-gilaan,” kata seorang pemuda.

Dalam catatan masyarakat, disbeutkan bahwa sejak tahun 2015 hingga pertengahan 2019 acara colour fest yang dilasanakan di kota Nabire tanpa ada tujuan yang mendidik warga, terutama kepada generasi muda. Malah bertolak belakang dengan tradisi kebudayaan Papua.

“Maksud dari acara ini tidak pasti, dan jika dilihat dari aspek lokal sangat melenceng jauh dengan kebudayaan Papua, lebih khususnya pada anak-anak remaja yang baru berkembang di jaman digital ini,” jelasnya.

Melihat itu, lanjutnya, diharapkan semua komunitas yang sedang di kota Nabire agar berjalan sesuai visi komunitas yang ada.

“Siang hari sepanjang jalan Merdeka diramaikan dengan festival colour fest dengan tampang baju putih-putih dan juga warna-warni di muka dan seluruh tubuh. Kaum muda ramai dalam dunia kebahagiaan mereka. Lebih banyak kaum muda non Papua daripada muda asli Papua, sehingga acara ini tidak berdampak positif bagi warga lokal Papua. Jadi ini sangat mengganggu ketentraman kami,” ungkapnya.

Sepi, warga lainnya mengatakan, setelah ramaikan di jalan Merdeka, kata dia, tepat pukul 19.00 WP dilanjutkan dengan konser Dj di lapangan Sapta disponsori oleh banyak pihak sehingga artis Dj ternama Vicky Nitinegoro menghadiri konser Dj di Kodim.

“Acara ini dari kelompok mana yang bikin ini, sangat menggangu ketertiban kami di wilayah Karang Tumaritis [Timur dan barat]. Ini acara tidak bagus untuk kami punya anak-anak. Kami orang tua mendidik dengan baik, tapi kalau situasi selalu begini berarti sangat berbahaya,” kata dia.

“Kika dilihat dari AD dan ART komunitas dengan kegiatan ini tidak sesuai, dan jauh dari tujuan awal dibentuknya wadah  yang disusun pengurus harian pada 15 April 2018. Ya, satu tahun lalu di Aula Kantor BKD Nabire,” ujarnya.

Redaksi wagadei.com telah berupa menghubungi ketua Kopena, Gerson Lalep melalui nomor telepon selularnya, guna memintai keterangan atas digelarnya acar itu namun tidak terhubung. [Mr. Nomen]

Editor: Aweidabii Bazil

banner 120x600

Respon (14)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *