Terimakasih masyarakat Intan Jaya di Nabire, turnamen sepak bola IPM-IJ cup I telah usai

Nabire, [WAGADEI]- Turnamen sepak bola yang digelar oleh Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Intan Jaya [IPM-IJ] cup I telah berlangsung sukses dan resmi diakhiri dengan memberikan hadiah berupa tropi dan uang pembinaan kepada tim yang menang di lapangan Wonorejo, Nabire, Senin, [29/7/2019].

Ketua panitia Yulianus Weya mengatakan, turnamen sepak bola ini dilaksanakan sejak 30 Mei hingga 29 Juli 2019 telah berjalan lancar dan tertib. Itu bukti bahwa berkat kerjasama panitia yang baik.

“Ada 32 tim telah bertanding selama satu bulan lebih. Tapi juara satu kategori putra dipegang oleh tim PS Gereja Antonius, juara dua oleh Dogabu Pupugu FC dan juara tiga B II Putra. Sedangkan kategori putri, juara satu KKP Putri, juara dua, PS RJM Putri dan juara tiga, Kali Merah FC,” ujar Yulianus Weya usai penutupan kepada wartawan wagadei.com.

Turnamen itu, kata dia, digelar untuk mengikat tali persaudaraan antara masyarakat Intan Jaya di Nabire dan mencari dana untuk kegiatan perkenalan mahasiswa baru di Jayapura periode 2019-2021.

Baca: https://wagadei.com/2019/07/16/impij-jayapura-gelar-turnamen-di-nabire-kmy-bantu-sepak-bola/

Panitia menyampaikan banyak terimakasih kepada masyarakat Intan Jaya di Nabire, para senioritas dan kaum intelektual yang sudah bersama-sama menyukseskan turnamen ini.

“Saya bangga juga kepada teman-teman panitia yang selalu di lapangan selama kegiatan turnamen ini berlangsung. Saya jujur, di Nabire ini sulit untuk kita saling berkumpul. Tidak seperti di Jayapura tapi teman-teman sudah menjaga kebersamaan ini,” ujarnya.

Atas kekompakan itu, ia menegaskan IMP-IJ ke dua juga akan digelar di Nabire pada tahun 2020 mendatng.

Tokoh intelektual asal Kabupaten Intan Jaya, Martinus Maisini menyatakan, dirinya telah mengikuti sejak awal hingga selesai atas undangan yang diberikan panitia.

“Saya sudah ikuti dari awal hingga saat ini.saya bangga sekali sama saudari-saudari panitia dengan semangat mempersatukan dan mempererat tali persaudaraan kita di antara suku Moni, Wolani dan Mee,” ujar Maisini.

Ia berjanji dirinya akan meminta kepada rekan lainnya untuk mendukung terus jika ada turnamen di tahun mendatangkan.

Maisini juga meminta kepada Pemerintah Daerah Intan Jaya yang membidangi bagian olahraga, seperti dinas pemuda dan olahraga serta Koni dan PSSI agar tetap memfasilitasi mereka sebagai aset pesepakbola dalam tim kebanggaan Perinstan Intan Jaya nanti.

“Melalui sepak bola ini kita coba agar mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Untuk itu dengan rasa hormat yang tinggi,tolong ke depanya untuk mengsuport jika ada turnamen,” pungkasnya. [Mr. Nomen]

Editor: Abeth A. You

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares