Dinas P dan P Paniai mendata mahasiswa keguruan dan ilmu pendidikan

Jayapura, [WAGADEI] – Pemerintah Kabupaten [Pemkab] Paniai melalui Dinas Pendidikan dan Pengajaran [P dan P] setempat terus berupaya mendata seluruh mahasiswa asal Paniai di seluruh Indonesia, khususnya jurusan keguruan dan ilmu pendidikan.

Pendataan tersebut bekerja sama dengan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cenderawasih [FKIP Uncen] Jayapura melalui wadah ikatan peduli pendidikan Paniai mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan [IPPP-MKP] Universitas Cendrawasih setelah direstui oleh Bupati Meki Nawipa pada Oktober 2018 lalu.

“Pemkab Paniai mempercayakan organisasi ini untuk melakukan pendataan seluruh mahasiswa FKIP asal Paniai yang sedang menuntut ilmu di seluruh Indonesia. Data yang akan dihimpun tersebut akan diserahkan kepada kami [Dinas Pendidikan] untuk dipergunakan dana bantuan pendidikan bagi mahasiswa khusus keguruan dan ilmu pendidikan,” kata Kepala Dinas P dan P Paniai, Andreas Degei kepada wagadei.com, Sabtu,[27/9/2019].

Ia mengatakan, sejumlah hal penting yang perludiketahui oleh mahasiswa FKIP di seluruh Indonesia mulai tanggal 27 Juli hingga 5 Agustus 2019, IPPP-MKP akan melakukan pendataan mahasiswa FKIP dari kabupaten Paniai, dipusatkan di Paniai dan Nabire.

“Berkaitan dengan itu saya sudah menggelar pertemuan dengan beberapa mahasiswa FKIP Uncen. Data mahasiswa akan dikumpulkan melalui para ketua rayon,” katanya.

Selain itu, seluruh dinamika pendidikan di kabupaten Paniai akan diawasi oleh organisasi ini, sesuai dengan visi dan misi organisasi pada saat dibentuk.

Ia meminta kepada mahasiswa FKIP asal kabupaten Paniai yang sedang menuntut ilmu di Papua maupun luar Papua untuk segera membentuk ikatan rayon IPPP MKP. Menurut dia, hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pendataan.

“Lebih khusus terkait penyaluran dana bantuan pendidikan kabupaten Paniai bagi mahasiswa FKIP,” ucapnya.

Dosen FKIP Uncen, Eka Kristina Yeimo mengatakan, perkembangan kurikulum yang semakin tertinggal bagi sekolah-sekolah di pelosok terutama di Paniai hanya aksesnya kurang memadai, ia akan terus mendorong mahasiswanya fokus pada pembelajaran.

“Itu langkah yang baik. Kami apresiasi, kami dosen yang dipercayakan sebagai pembina terus dorong mereka supaya cita-cita mahasiswa dan keinginan pemerintah terwujud,” kata Yeimo.

Ketua IPPP MKP se-Indonesia, Yanto Kadepa menambahkan, persyaratan yang wajib dikumpul oleh para mahasiswa FKIP diantaranya kartu pengenal mahasiswa [KPM], kartu rencana studi [KRS] dan nota pembayaran SPP. [Aweidabii Bazil]

banner 120x600

Respon (21)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *