Nabire gudang pemain sepak bola bertalenta

Nabire, [WAGADEI] – Ternyata Kabupaten Nabire, Papua memiliki gudang pemain sepakbola handal yang saat ini sedang bersinar di kancah sepak bola nasional. Hal itu diungkapkan Hansen Wijaya, sang pelatih sekolah sepak bola Spenli di SMP Negeri 5 Nabire, Papua.

Hansen mengatakan hal itu ketika Komunitas Mee Yokaa [Komee] turun beri bantuan sepak bola ke markasnya pada Kamis, [18/7/2019] sore.  Kedatangan komunitas itu disambut baik oleh pelatih Hansen Wijayah dengan anak asuhanya kurang lebih 70 anak.

Ia menyebutkan, salah satu pemain asal Nabire adalah Yosep Iyai adalah pemain Arema di Liga Bank Mandiri 2000. Pemain ini hingga sekarang tercatat sebagai pemain terpendek dalam sejarah Arema.

“Nabire ini sebenarnya gudang pemain sepak bola. Buktinya dulu Yosep Iyai main di Arema. Ricky Kayame pernah main di Persipura, Persebaya dan sekarang perkuat Arema Malang liga satu, juga ada pemain asal Nabire, Patrick Wanggai yang sedang merumput bersama Kalten Putra liga satu. Jadi, kami bina anak-anak ini mau menciptakan pemain-pemain lokal yang handal untuk mengikuti jejak senior,” ujarnya kepada wagadei.com usai menerima bantuan bola.

Ia mengaku, pembinaannya sedang berjalan dua tahun, sehingga bantuan bola dari komunitas justru menyiapkan generasi emas di masa mendatang.

“Saya sangat senang sekali ade-ade dari Komunitas Mee Yokaa bisa datang kasih kami bola. Sukses untuk ade-ade punya misi untuk sepak bola di Papua.Tuhan akan memberkati,” ujarnya.

Kecintaan orang Papua terhadap sepak bola sudah tidak diragukan lagi. Tidak peduli berasal dari ras atau agama apa,  tua maupun muda semua bakal mati-matian mendukung tim andalannya berlaga. Bisa dibilang sepak bola tidak akan pernah dapat dipisahkan dari hati masyarakat.

Frans Kayame, kordinator lapangan Komee mengatakan, pihaknya mendirikan  komunitas merupakan  murni dari hati lantaran kepedulian terhadap dunia sepak bola di wilayah Meepago.

“Kami akan bekerja keras demi menghidupkan sepak bola di wilayah Meepago dengan maksud lain perangai penyakit sosial,” ujar Frans Kayame.

Lebih dari itu, lanjut Kayame, pihaknya merindukan ke depan harus ada klub sepak bola asal Meepago yang bisa berlaga di liga satu. ”Kami juga akan dorong semua kabupaten di Meepago untuk optimis membawa klub ke liga satu,” katanya.

Senada juga disampaikan Melvin Douw, salah satu anggota aktif Komee, bahwa pihaknya membeli bola merupakan hasil pantungan demi menyelamatkan generasi Papua di Meepago yang sedang terjerumus di dlaam berbagai penyakit sosial. [Mr. Nomen]

Editor: Aweidabii Bazil

banner 120x600

Respon (37)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *