70 persen sampah di Jayanti didominasi plastik

Jayapura, [WAGADEI] – Ketua Komunitas Enaimoo Nabire [KENA], Philemon Keiya menyatakan 70 persen sampah di jalan poros Jayanti, depan SMK Negeri 2 Nabire yang dibersihkan anggota komunitas didominasi sampah plastik.

“Dari 70 persen sampah di Jayanti itu didominasi sampah plastik seperti kantong plastik, botol minuman plastik dan pembungkus makanan,” kata Philemon Keiya kepada wagadei.com, Selasa, [16/7/2019].

Ia mengatakan, mengetahui sampah jenis plastik itu setelah pihaknya bersihkan sampah selama dua hari pekan kemarin.

“Tapi sejak beberapa waktu kami melihat di tempat sampah kebanyakan sampah plastik,” ucapnya.

Selain di Jayanti, ia menjelaskan, pihaknya telah mengangkat sampah di pantai Nabire bersama beberapa komunnitas.

“Sampah yang kita bersihkan angkut berkarung-karung dan kita analisa lebih dari 70 persen sampah di Nabire pada umumnya  itu sampah plastik, bahkan kita juga bisa katakan sampai pada sampah mikro plastik terkecil yang bisa dimakan biota laut,” ujarnya.

Hal ini, lanjutnya berbeda dengan kawasan pantai Nabire. di Kawasan ini masyarakat membuang ke laut seperti jok motor, televisi, koper, ban bekas, hingga popok bayi.

“Yang kami temukan di pantai Nabire bukan lagi sampah dalam ukuran kecil seperti kantong plastik atau botol tetapi sampah besar yang dibuang masyarakat ke laut. Hal ini jelas memprihatinkan,” tandasnya.

Ia menjelaskan, bukti kepedulain itu pihaknya akan menyampaikan data ke pemerintah daerah sampah apa yang paling banyak ditemukan, jenis, berat dan lokasi yang paling banyak ditemukan sampah plastik.

“Ini supaya penggunaan plastik di kios atau toko bisa dikurangi. Karena di mana-mana sampah plastik menjadi persoalan besar,” tukasnya.

Beberapa waktu lalu, Bupati Nabir, Isaias Douw telah menginstrukiskan kepada seluruh kepala luruh, kepala kakmpung dan RT serta RW agar menyediakan bank sampah. Sehingga perangi sampah dimulai dari diri sendiri.

“Saya sudah perintahkan kepada lurah, kepala kampung dan RT/RW supaya sadar dan buang sampah pada tempatnya,” kata Douw. [Abeth A. You]

 

 

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares