Hutan di Bumi Raya Nabire Digusur Demi Perluasan Area Sawah

Nabire, [WAGADEI] – Alih fungsi hutan rimba di tanah Papua, terutama di Kabupaten Nabire terus meningkat. Padahal sejak moyang, hutan bagi orang asli Papua (OAP) sebagai tempat hidup, kini menjadi kawasan perluasan sawah.

Aktifitas ini membuat warga asli di SP satu, Bumi Raya, distrik Nabire Barat kesal karena masa depan mereka terancam. Martinus (33) misalnya, mengatakan pemerintah daerah (Pemda) setempat telah merugikan pontensi sumber daya alam (SDA) masa mendatang.

“Kami punya hutan dibabat habis karena mereka (Pemerintah) mau buat sawah. Kami sangat menyesal dan mengeluh atas aktifitas liar ini. Mereka lakukan pembabatan hutan ini untuk  kegiatan perluasan area sawah dari Kementerian Pertaniaan. Waktu lalu Kepala Dinas Pertaniaan Nabire tandatangani dan sekalian serahkan dana kepada Korem 173/PVB Nabire sebagai pekerja di lapangan,” ujar Martinus kepada wagadei.com, Minggu, (14/7/2019).

Ia mengatakan, hutan rimba yang ditanami berbagai tumbuhan memiliki nilai ekonomis bagi warga setempat. “Dihancurkan tanpa memberi ganti rugi. Jadi, kami sebagain warga benar-benar mengeluh,” ucapnya.

“Ada apa di belakang itu, karena kebutuhan ekonomi warga adalah penghasilan dari tempat yang dihancurkan ini,” katanya bertanya.

Perluasan sawah itu, ia mengutip perkataan pekerja ‘melalui kegiatan perluasan area sawah ini, Menteri Pertanian sengaja hadirkan demi meningkatkan kesejahteraan rakyat di seluruh Indonesia, empat bulan lalu’.

“Memang perluasan area sawah ini mereka bikin bentuk petak-petak untuk tanam padi. Apakah ini semua warga tahu menanam padi? Sejujurnya, sebagian warga tidak tahu tanam padi. Yang kecewa adalah mungkin warga yang tidak tahu tanam padi,” jelasnya.

Ia menjelaskan, kegiatan perluasan 60 hektar pada tahun anggaran 2019 dengan sumber dana dari DIPA TP APBN Kementerian Pertanian RI.

Melihat itu, sebagian warga setempat sampai saat ini masih memalang karena tidak ada keuntungan bagi pihaknya, apalagi mereka miliki sertifikat tanah.

“Kami punya SK untuk mencukupi dan mempertahankan kebutuhan sehari-hari keluarga,” imbuhnya.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi wagadei.com telah menelepon Kadis Pertanian namun telepon genggamnya tidak aktif, bahkan pihak Korem pun tidak terhubung. [Nori O. Douw]

Editor: Aweidabii Bazil

 

423 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares