Komunitas Mee Yokaa Bantu Sepak Bola Kepada Panitia Uswim Cup I

NABIRE, [WAGADEI] –  Mahasiswa dari kampus Uswim Nabire telah menggelar turnamen sepak bola yang diberi nama Uswim Cup I melibatkan berbagai organisasi mahasiswa dan kepemudaan di kota Nabire. Pertandingan tersebut dilaksanakan di lapangan 753 Sapta Marga Kodim Nabire.

Namun kompetisi tersebut kepanitiaan mengalami kekurangan sepak bola saat bertanding. Melihat kondisi itu, Komunitas Mee Yoka yang telah  peduli sepak bola di wilayah Meepago berikan dua bola bertanding pada Rabu, (10/7/2019)sore.

Sekertaris panitia pelaksana turnamen Uswim Cup I, Fransiskus Magai mengatakan, pihaknya tidak duga aka nada bantuan dari komunitas dan merasa terbantu atas situasi yang dihadapi.

“Jujur, kami kekurangan sepak bola belakangan ini. Ada bola tapi belum cukup. Terimakasih atas bantuan bolanya dari Komunitas Mee Yokaa,” ujar Fransiskus Magai kepada wagadei.com usai menerima bantuan bola di lapangan pertandingan.

Turnamen itu, kata Magai, pihaknya laksanakan untuk mencari dana untuk kebutuhan di kampus yang berdiri di bawah Yayasan Pengembangan Sumber Daya Timur Nasantara itu. “Luar biasa sudah ada Komunitas Mee Yokaa yang peduli sepak bola ini,” katanya puji.

“Kami buat pertandingan ini untuk mencari dana. Kami kekurangan dana untuk kesiapan kompetisi ini, jadi bola yang kami kami siapkan juga kurang. Kami sangat terbantu, luar biasa atas bantuan bolanya,” imbuhnya.

Ketua Komunitas Mee Yokaa, Fredy Degei mengatakan, sejak dimulainya kompetisi Uswim Cup I,pihaknya telah melihat bola yang digunakan tidak layak digunakan saat sebuah turnamen.

“Kami lihat bola yang mereka pakai kurang bagus dan hanya dua bola saja. Kami dari Komunitas Mee Yokaa kumpul-kumpul uang lalu kami beli dua bola dan kami berikan,” kata Fredy Degey.

Ia bahkan menyampaikan permohonan maaf kepada panitia karena tidak bisa membantu banyak, karena untuk membeli bola mereka harus patungan. “Maaf jika hanya dua bola yang kami bantu, tapi setidaknya bola ini dapat membantu jalanya kompetisi hingga selesai nantinya,” katanya.

Setelah pemberian sepak bola itu, Alex Giyai salah satu penggemar bola kaki di Nabire memberikan apresiasi kepada komunitas ini. Menurut Giyai, batuan itu muncul dari nurani karena komunitas tersebut dihuni pemain sepak bola.

“Kalian bagus, apalagi kalian adalah pemain bola. Akhirnya peduli akan kemajuan sepak bola. Semoga dengan kalian, akan ada wajah baru di dunia sepak bola di Meepago,” kata Alex. (Mr. Nomen)

Editor: Aweidabii Bazil)

396 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares