KENA Hadir di Nabire, Komitmen ‘Basmikan’ Penyakit Sosial dan Isu Lingkungan

Nabire, [WAGADEI] – Komunitas Enaimoo Nabire (KENA) telah mendeklarasikan diri di kantor KNPI Kabupaten Nabire, Ppaua, Rabu, (3/7/2019) setelah dibentuk pada bulan Mei 2019 oleh anak muda asli Papua di Nabire. wadah tersebut akan bergerak hanya dalam dua bidang yakni penyakit sosial dan isu lingkungan.

Ketua KENA, Philemon Keiya mengatakan, hingga saat salah satu persoalan sangat besar di Nabire bahkan mempengaruhi hingga pada tatanan hidup orang adalah penyakit sosial. Diantaranya penjudian toto gelap (togel), peredaran minuman keras (miras), narkoba, hingga lem cium merk aibon.

“Hal-hal ini menggrogoti kehidupan. Ada banyak anak muda mati sia-sia karena Miras. Miras sudah menjadi pemicu berbagai persoalan. Ini fakta hari ini yang tidak bisa terbantahkan. Tidak hanya itu, Aibon juga sudah menjadi ‘budaya’ baru bagi anak-anak yang berumur 5 hingga 25 tahun,” katanya kepada wagadei.com.

Melihat kondisi itu pihaknya turut prihatikan bahkan merasa menyedihkan. Apalagi pelakunya adalah anak berumur sekolah namun selalu berada di jalan. Didapati mereka menghisap lem Aibon hampir semua kompleks.

“Tidaklah heran, jika hingga hari ini data dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua menyebutkan, Nabire menempati urutan pertama dalam kasus HIV/AIDS. Karena, pintu masuk untuk menghabiskan manusia di Nabire sangat terbuka lebar melalui Miras, Narkoba dan Aibon,” ungkap mantan jurnalis Jubi ini.

Setelah semua pihak bahkan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat tutup mata, semua anggota KENA menyepakati untuk berusaha terjung ke sana untuk mencoba mengatasi persoalan besar yang ada di Nabire ini. “Setidaknya berusaha meminimalisir dengan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan ke depan,” ucapnya.

“Sistem yang akan kami lakukan ke depan, satu kali diskusi dan lakukan action (bertindak) di lapangan. Karena kami memiliki motto Enaimo for Change (bersama untuk perubahan). Beserta visi kami adalah sebagai pemersatu, pengubah, peduli masyarakat dan lingkungan,” kata Keiya.

Ia menambahkan awalnya komunitas tersebut dibentuk hanya karena peduli pada banjir bandang di Sentani pada bulan Maret 2019 lalu. Juga, kepedulian terhadap warga pengungsi dari Nduga pada waktu yang sama.

Selain itu, sekretaris KENA, Nomen Douw menjelaskan, akhir-akhir ini Nabire yang dijuluki sebagai kota emas kini berganti menjadi dengan kota sampah. Banyak sampah berserakan di mana-mana. Setidkanya sampah menjadi penghias Nabire yang dulunya bersih itu.

“Tentang hal ini banyak orang mengeluh. Tidak hanya sampah, tentang lingkungan, banyak hutan di Nabire telah menjadi korban mangsa dari pemangku kepentingan. Banyak hutan di Nabire habis. Hutan telah digantikan dengan kelapa sawit. Banyak hutan dibabat tanpa ampun oleh oknum tertentu,” ujar Douw.

Hal ini, lanjut dia, tentu menjadi perhatian bersama. Karena, jika hal ini terus dibiarkan konsekuensinya dikhawatirkan hutan Nabire akan gundul. “Dan, kapanpun akan terjadi banjir. Jika terjadi banjir, tentu akan merugikan banyak pihak,” katanya.

Ia menegaskasn, KENA sama sekali tidak bicara politik praktis. Pihaknya juga sama sekali tidak disponsori oleh siapapun dalam keadaan apapun. “KENA murni dari hati anak-anak muda Nabire untuk bicara soal masa depan anak-anak yang hari ini dalam dunia Miras, Narkoba dan Aibon. Serta, berusaha bicara soal lingkungan,” tandasnya.

Piahknya bahkan mengajak kepada semua pihak, terutama anak-anak muda Nabire untuk bersama mengatur langkah-langkah kongkrit demi selamatkan generasi emas yang hari ini ada di persimpangan jalan.

“Ini bukan jamannya. Keadaan yang ada depan mata kita bersama mengajak kita untuk mengambil langkah nyata. Mari, bergabung dengan kami. Kita bersama selamatkan Generasi Emas dan Selamatkan bumi Nabire yang kita cintai bersama,” tegas Nomen.

Kordinator lingkungan Fredy Degei mengakui, dalam KENA sama sekali tidak ada perbedaan, tidak pandang dari suku, ras, golongan dan agama. Pihaknya tetap membuka diri untuk siapapun dapat bergabung.

“Ke depan kami akan kerjasama dengan semua pihak yang ada di Nabire; Pemkab Nabire, DPRD, instansi terkait seperti Dinas Sosial, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan Dinas Pendidikan,” katanya seraya menambahkan akan kerja sama dengan pihak agama seperti gereja, muslim dan agama lain.

Ketua KNPI Nabire, Norbertus Mote mengatakan, hingga kini sudah banyak komunitas di Nabire dengan berbagai latar belakangnya.

“Itu sangat baik karena kaan berbuat yang terbaik untuk negeri ini. Apalagi kehadiran KENA, saya harap bisa memberikan yang terbaik bagi pemerintah terutama isu-isu social kemanusiaan,” ujar. (Enaakidabi Carvalho)

Editor: Aweidabii Bazil

Share

5 thoughts on “KENA Hadir di Nabire, Komitmen ‘Basmikan’ Penyakit Sosial dan Isu Lingkungan

  • Juli 4, 2019 pada 1:30 am
    Permalink

    Sangat SALUT dan BANGGA, karena GENERASI yang muncul ini, adalah UJUNG TOMBAK pelopor KESEJAHTERAAN yang seharus di BUDIDAYAKAN sehingga penyakit sosial ini bisa berkurang.

    Berharap hadirnya KOMUNITAS INI, dapat memberikan DAMPAK POSITIF BAGI MASYARAKAT NABIRE.

    KOYA KADIA MEE BOUDOO
    Amin.??

    Balas
  • Oktober 18, 2019 pada 5:38 am
    Permalink

    Uk Generic Propecia 5 Mg Free Shipping Dutasteride Baldness Can I Purchase Viagra Kaufen Per Rechnung cialis 5 mg Viagra Foto Pillola Comprar Cialis Andorra Sin Receta Dapoxetina Janssen

    Balas
  • Oktober 21, 2019 pada 7:24 pm
    Permalink

    Amoxicillin Safe Pregnancy Cialis Significado viagra Levothyroxine Without Us Prescription Good Generic Propecia

    Balas
  • Oktober 29, 2019 pada 8:53 pm
    Permalink

    Viagra O Similares Tab generic isotretinoin website cod accepted viagra Cialis Rue Du Four Order Tamoxifen No Prescription

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares