Bos, Untuk Apa Buat Kapal di Siriwo?

Jayapura, [WAGADEI] – Pembuatan sebuah kapal di hutan rimba Siriwo persis di kilometer 102 jalan trans Nabire – Paniai menimbulkan beragam dugaan juga ketidaksenangan dari berbagai kalangan di wilayah Meepago.

Salah satunya berasal dari John NR. Gobai, anggota DPR Papua. Menurut dia, pembuatan kapal tersebut terbukti milik PT. Jichuan, perusahaan asal Korea.

“Untuk apa ada buat kapal di Siriwo, persis di kilometer 102?,” tegas John NR. Gobay kepada wagadei.com, Selasa, (2/7/2019).

Gobay yang juga sebagai Ketua Dewan Adat Daerah (DAD) Paniai ini mempertanya kelayakan pembuatan kapal yang seharusnya memperoleh izin dari instansi terkait. Kapal tersebut dibuat dengan menggunakan bahan besi baja.

John menduga pembuatan kapal guna menghabisi sumber daya alama (SDA) setempat, salah satunya keruk emas di sepanjang kali Siriwo.

“Tempat pembuatan kapal seharusnya di dekat laut atau pelabuhan serta mempunyai izin lisensi pembuatan kapal. Tapi yang ini dibuat di tengah-tengah hutan rimba, sangat jauh dari tepi laut atau pelabuhan,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengatakan, pihaknya telah menduga kuat pembuatan kapal raksasa agar bisa leluasa menyedot emas dari dalam kali Siriwo.“Kapal raksasa yang dibuat oleh siapa sebenarnya?,” ucapnya.

“ Untuk itu kami meminta kepada penegak hukum yang ada di Kabupaten Nabire jangan hanya melihat sebelah mata, tetapi segera mengambil tindakkan untuk mengecek seluruh dokumen perusahaan,” kata dia.

Gobay meminta Kepolisian setempat agar mengecek kapal tersebut terkait legalitas hukumnya, salah satunya mempunyai izin atau tidak.

“Jika tidak memperoleh izin, maka harus segera dibongkar dan tidak boleh ada di bantaran kali Siriwo serta tidak boleh beroperasi untuk mengambil kekayaan alam di dasar kali Siriwo,” ujarnya.

Dirinya juga telah meminta kepada Gubernur Papua melalui Sekretaris Daerah (Sekda), Assisten I dan Kepala Dinas ESDM agar segera melakukan evaluasi perizinan tambang di Papua.

“Kepada Kapolda Papua  segera membentuk tim untuk turun ke lapangan dan menangkap pelaku jika tidak dapat menunjukan izin yang lengkap,” imbuhnya.

Terpisah, Sekda Papua, TEA Herri Dosinaen mengaku,pihaknya telah menerima laporan pembuatan kapal di hutan rimba Meepago dari anggota DRP Papua, John NR. Gobay.

“Tentang kapal keruk di Siriwo kami perlu evaluasi kegiatan tambang. Setelah itu instansi terkait segera turun cek di lapangan,” ujarnya singkat. (Aweidabii Bazil)

banner 120x600

Respon (26)

  1. You are so awesome! I do not suppose I’ve truly read through a single
    thing like that before. So good to discover someone with some genuine thoughts on this topic.
    Really.. thanks for starting this up. This site is something that is required on the
    web, someone with a bit of originality!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *