Militer Stop Merenggut Nyawa Pelajar dan Pemuda Deiyai

Jayapura, [WAGADEI] – Pada tanggal 22 Mei 2019 kasus penembakan terhadap remaja pula. Melianus Dogopia (18) ditembak di paha , sedangkan Yulianus Mote ditembak di bagian kepala dan tewas di tempat.

Ketua Forum Mahasiswa Deiyai di Jawa dan Bali, Darius Pekei mengecam atas tindakan brutal yang bertentangan dengan motto Polri ‘Melindungi dan Mengayomi Rakyat’.

“Persis tembak di mata dan menembusi otak kecil belakang. Tanpa diproses hukumkan atas kemanusiaan kode etika bersenjata api (UU. No. 12 1951) di TKP dan membayar uang berobat 50 juta kepada yang rawat darurat,”ujar Pekei kepada wagadei.com, Minggu,(2/6/2019).

Pada hal, menurut dia, Pemda Deiyai mampu tanggung semua biaya pengobatan terhadap korban hidup. “Cabut PT Modern, PT Dewa dan PT Putra Krisna,” ucapnya.

“Militer stop merenggut nyawa anak pelajar dan pemuda dari Deiyai dan di Meepago,” imbuhnya.

Ketua AMP Yogyakarta, Yulia Opki mengatakan, negara Republik Indonesia segera adili militer menewaskan Yulianus Mote sesuai hukum dan undang-undang yang berlaku.

“Kami meminta kepada seluruh lapisan masyarakat Deiyai dan Meepago stop mengambil uang denda atau berobat oleh pihak donatur maupun militer. Stop!,” tegasnya.

Pihanya berharap kepada Bupati dan wakil Buapti Deiyai, apabila setiap pihak korban asli orang Deiyai yang ‘sedang dirawat maupun ditewaskan’ segera ditangani pembiayaan dan penyelesaian.

“Kabid Humas Polda Papua, AM Kamal stop membangun isu-isu tidak jelas yang bertujuan pengaliaan kasus pemembakan Deiyai Berdarah ke tiga kali ini ke publik. Segera adili sesuai UU. No.12 (1951) pengalah-gunaan senjata api!,” tukasnya. (Aweidabii Bazil)

 

 

 

 

323 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares