Enggan Lanjutkan Program Jumpaberlindei, Ketua BMDS Geram

Jayapura, [WAGADEI] – Mantan Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Deiyai, Fransiskus Xaverius Mote telah mencanangkan program Jumat Pagi Bersihkan Lingkungan Deiyai (JumPaBerLinDei) pada 9 Oktober 2019. Namun, setelah Bupati devinitif nampaknya program yang diterapkan itu perlahan dilupakan.

Padahal, program tersebut dicanangkan guna menyadarkan kembali seluruh lapisan masyarakat, terutama para Aparatur Sipil Negera (ASN) di lingkungan Pemkab setempat agar bersih secara lahiriah dan batiniah itu tidak ditindaklanjuti.

Merasa prihatin atas situasi itu, maka Ketua Barisan Muda Damai Sejahtera (BMDS) Deiyai Mando Mote angkat bicara melalui media ini. Ia mengatakan, selama ini di lingkungan perkantoran, pinggiran jalan raya, lapangan sepak bola dan kota Waghete banyak tumpukan sampah entah plastik, botol dan kaleng.

“Para pedagang yang ada di Deyai (Waghete) hanya tahu jual barang tanpa menjaga dan melakukan kegiatan pembersihan. Hanya cari untung, apalagi melakukan bakti sosial,” ujar Mando Mote kepada wagadei.com, Kamis, (30/5/2019).

Oleh karena itu, ia meminta setiap hari Jumat harus dilakukan kebersihan di masing-masing lingkungan kantor bagi pegawai ASN, pedagang di kios dan pasar serta masyarakat di pekarangan rumah.

“Sejak itu TNI, Polri, ASN bersama masyarakat pada hari Jumat melakukan kegiatan pembersihkan lingkungan yakni di kantor, jalan, bahkan pasar yang dipimpin langsung oleh Pj. Bupati Deyai F. X Mote. Hal ini kami pikir perlu ditindaklanjuti,” ujarnya.

Atasi situasi itu, ia bahkan memberikan solusi bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) menetapkan sebuah peraturan Bupati (Perbup) sambil menyiapkan tempat pembuangan sampah (TPS) dan tempat pembuangan akhir (TPA).

“Kalau kita bicara soal dampak sampah terhadap lingkungan cukup besar. Seperti polusi udara bahkan pencemaran terhadap danau Tigi. Mari kita sama-sama cintai Deiyai dan untuk menciptakan Deiyai bersih adalah menjadi tanggungjawab bersama,” katanya.

Terkait itu, wagadei.com telah menghubungi Bupati Deiyai, Ateng Edowai melalui dua nomor telepon selularnya namun tidak memberikan jawaban. (Enaakidabi Carvalho)

 

 

403 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares