Mahasiswa Paniai di Surabaya Dikabarkan Terlantar

Nabire, [WAGADEI] – Mahasiwa asal Kabupaten Paniai yang sedang mengenyam pendidikan di Kota Surabaya, Jawa Timur dikabarkan telah dikeluarkan dari rumah kontrakan.

Mereka dikeluarkan secara paksan oleh pemilik rumah kontrakan lantaran masa waktu pembayarannya telah habis. mengalami kendala dalam pembayaran uang kontrakan.

Ketua Ikatan Mahasiswa Paniai di Surabaya, Ivan Keiya mengatakan, masa kontrakan berakhir pada 1 Maret 2019 lalu. Sehingga, pihaknya menampung di beberap kontrakan penguyuban.

“Kami (mahasiswa) berjumlah 80 lebih orang. Sekarang kami menumpang di beberapa kontrakan paguyuban,” kata Ivan Keiya kepada wagadei.com, Jumat, (22/3/2019).

Kata dia, pihaknya belum mendapatkan dana pemondokan dan tugas akhir (TA) pada tahun 2018 lalu dari Pemkab Paniai.  “Kami pengurus pun tidak tahu uangnya hilang ke mana. Itu fakta dan ancaman berat bagi kami mahasiswa Paniai di Surabaya,” katanya.

Setelah dikeluarkan, pihaknya mengalami kendala terutama tidak bisa melakukan aktivitas seperti diskusi, rapat dan beberapa kegiatan lainnya.

“Ya, kita hanya bisa harap Pemda Paniai segera bayarkan dana itu,” imbuhnya.

Daniel Gobai, salah satu mahasiswa di Surabaya mengatakan, pihaknya berharap Pemkab Paniai segera menyelesaikan masalah kontrakan tersebut.

“Agar kami juga kontrakan yang layak dan bisa huni di kontrakan kami sendiri, juga bisa melakukan berbagai aktivis yang kami sudah programkan dalam kepengurusan ini,” ucapnya. (Carvalho/Bazil)

474 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares