Sembilan Dinkes Kabupaten Rapor Merah, BPK Diminta Segera Audit Anggaran Kesehatan

Jakarta, [WAGADEI] – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Papua, drg. Aloisyus Giyai meminta kepada  Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) setempat agar segera mengaudit anggaran kesehatan di Sembilan kabupaten yang mendapat nilai (rapor) merah dalam pelayanan kesehatan.

Sembilan dinkes kabupaten itu diantaranya, Yahukimo, Deiyai, Nduga, Dogiyai, Intan Jaya, Tolikara, Puncak, Waropen dan Mamberamo Raya. Hal itu Giyai menyampaikan saat dirinya tampil sebagai pemateri pada seminar sehari di FKM Universitas Indonesia, Jumat, (8/2/2019).

“Dan 17 kabupaten berpotensi mengalami kejadian luar biasa (KLB) terkait kesehatan pada tahun ini. Saya akan minta BPK mengaudit dana kesehatan, terutama bantuan operasional kesehatan (BOK) di kabupaten yang mendapat rapor merah dalam pelayanan kesehatan,” kata drg. Aloysius Giyai.

Selain itu, ia juga mengungkapkan kabupaten yang mendapat raport kuning dalam pelayanan kesehatan tahun 2018. “Yang kuning ada 10 kabupaten. Diantaranya Supiori, Asmat, Sarmi, Jayawijaya, Lanny Jaya, Paniai, Pegunungan Bintang, Mamberamo Tengah, Yalimo dan Puncak Jaya,” bebernya.

Mantan Direktur RSUD Abepura ini menjelaskan, dalam rapat kerja (raker) pada setiap tahun pihaknya Dinas memberikan penilaian pelayanan kesehatan kepada semua kabupaten (kota).

“Itu untuk memotivasi para kepala Dinas Kesehatan di daerah, direktur rumah sakit, kepala Puskesmas dan kepala daerah agar mengetahui tingkat pelayanan kesehatan kepada masyarakat di daerahnya dan memperbaikinya,”kata Giyai.

Penilaian tersebut, kata dia menjadi bahan evaluasi mendalam oleh bupati, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), kepala dinas dan jajaran. “Termasuk kepala-kepala Puskesmas harus bekerja ekstra, jangan berturut-turut merah terus, harus ada perubahan,” imbuhnya.

Ia bahkan mengapresiasi beberapa kabupaten yang pada laporan raport tahun sebelumnya mendapat nilai merah namun pada tahun ini bisa naik perlahan untuk mendapat nilai kuning.

“Seperti di Paniai, bupatinya anti korupsi. Saya yakin beliau akan bersihkan baik-baik,” ujarnya. (Armando Enaakida)

Editor: Aweidabii Bazil

723 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares