Giliran Musisi Papua Tolak RUU Permusikan

Jayapura, [WAGADEI] – Komunitas Rasta Kribo (KORK) Papua dengan tegas menyatakan penolakannya terhadap RUU yang akan dibuat oleh DPR RI tentang permusikan, karena dinilai membatasi kreatifitas musisi muda di tanah Papua.

Hal tersebut disampaikan Thedy Pekey selaku pengurus Komunitas Rasta Kribo (KORK) Papua kepada Jubi. Jumat, (8/2/2019). “Dari pasal-pasal yang dibuat ada beberapa kejanggalan terhadap musisi di Indonesia, karena ini akan membawa dampak yang sangat buruk pada para seniman dan musisi itu sendiri,” kata Pekey.

Lanjutnya salah satu pasal yang paling tidak diterima di Papua yaitu seorang seniman atau musisi harus berlisensi.

“Sejak lahir darah seniman sudah ada, secara ototidak. Kita tidak perlu dan tidak harus pergi mencari sekolah musik yang berlisensi melegalkan kita sebagai musisi atau seniman karena seni ini bersifat universal,” katanya.

Ia menambahkan seni bersifat universal dan siapa saja bisa membuat musik sesuai kemampuan mereka dan sesuai dengan talenta yang dimiliki, sehingga setiap orang tidak punya hak untuk membatasi hal tersebut dalam bermusik.

“Kami berharap RUU yang dibuat tidak membatasi hak seseorang di dunia seniman dan musisi. Harap ditinjau kembali namun kami KORK Papua dengan tegas menolak RUU permusikan tersebut,” katanya.

Lanjutnya, KORK Papua juga mendukung para musisi yang tergabung dalam Front Penolakan RUU Permusikan Indonesia.

Sebelumnya, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta masyarakat tidak khawatir dengan RUU permusikan, karena RUU tersebut masih dalam proses pembahasan dan masih mungkin berubah. (*/wagadei)

Sumber: jubi.co.id

Editor: –

 

 

342 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares