Jelang Pileg dan Pilpres 2019, Ini Himbauan Komisi Kerawam Keuskupan Jayapura

Jayapura, [WAGADEI] – Berkaitan dengan akan dilaksanakannya Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden (Pileg dan Pilpres) pada 17 April 2019, maka Komisi Kerasulan Awam (Kerawam) Keuskupan Jayapura, Papua menghimbau kepada umat Katolik agar dipanggil dan diutus Allah menjadi garam dan terang dunia (bdk.Mar.15:13-14). Maka, dalam konteks Pileg dan Pilpres ini diupayakan menjadi pemilih yang baik, bijak dan cerdas.

Demikian disampaikan Kordinator Komisi Kerawam, RP. Floridus Anjelus Naja, OSA melalui keterangan resmi yang dikirim kepada wagadei.com, Kamis, (7/2/2019). Keterangan itu resmi ditanda tangani Uskup Keuskupan Jayapura, Mgr.Leo Laba Ladjar, OFM.

Menurut Floridus Anjelus Naja, umat agama Katolik di tanah Papua harus mengetahui calon anggota legislatif yang akan dipilih dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang latar belakang para caleg.

“Umat Katolik harus berani menolak uang atau barang apapun yang diberikan caleg dengan maksud agar diberikan dukungan suara,” katanya.

Memilih caleg yang beriman dan menolak radikalisme dan segala bentuk intoleransi . Lanjutnya, mendukung caleg yang dapat memperjuangkan kepentingan umum dan gereja Katolik. “Memilih berdasarkan suara hati dan bukan karena pesan tertentu,” ujarnya.

“Untuk para caleg harus berkampanye bersih tanpa mengumbar, menyebar berita bohong dan mempolitisasi SARA dan mengetahui peta persoalan di daerahnya dan solusi yang tepat,” kata nya.

Vinsenius Lokobal, sekretaris Kerawam mengatakan, caleg harus mempunyai komitmen untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat setempat, gereja Katolik dan agama-agama yang lain.

Ditegaskan Lokobal, caleg harus mempunyai wawasan dan keberanian untuk menghadapi berbagai persoalan bangsa yang semangat memperhatinkan munculnya kelompok-kelompok radikal, dan ketidakadilan yang terjadi bagi kaum lemah dan tertindas.

“Jika terpilih sebagai legistaif, hendaknya melaksanakan kekuasaan yang diberikan rakyat dalam semangat pelayanan (kesabaran, kerendahan hati, kesederhanaan, cinta kasih dan kesediaan untuk membagi). Mereka harus menjadikan kesejahteraan seluruh rakyat sebagai tujuan, bukan sebaliknya untuk popularitas diri atau mengejar keuntungan pribadi, keluarga dan kelompoknya,” tuturnya.

Uskup Keuskupan Jayapura, Mgr. Leo Laba Ladjar, OFM megharapkan kepada pihak penyelenggara diantaranya KPU Provinsi Papua, KPU Kabupaten/Kota, Bawalu Provinsi Papua, Bawalsu Kabupaten/Kota serta DKPP RI agar memahami dan melaksanakan secara konsisten undang-undang pemilu serta aturan yang berlaku.

“Bekerja secara profesional dan netral. Melayani masyarakat, calon anggota legislatif dan partai politik  secara baik. Memberikan informasi yang cukup dan akurat kepada masyarakat terkait dengan Pileg dan Pilpres,” ungkap Uskup Leo.

Selain itu, lanjutnya, ormas-ormas Katolik seperti Ikatan Cendekiawan Awam Katolik Papua (ICAKAP), Pemuda Katolik (PK), Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA), Orang Muda Katolik (OMK) dan berbagai kelompok kategorial mahasiswa-mahasiswi dan umat Katolik hendaknya selalu bersinergi dan bekerjasama dalam mensukseskan pesta demokrasi tersebut.

“Semoga pada akhirnya kita mendapatkan pemimpin rakyat yang melayani demi tercapai masyarakat yang makmur, damai dan sejahtera,” pungkasnya. (Armando Enaakida)

Editor: Aweidabii Bazil

816 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares