Bupati dan DPRD Mendatang Diminta Basmikan Penyakit Sosil di Deiyai, BMDS: Di Bawah Umur Terlibat Main

Deiyai, [WAGADEI] – Karakter yang kita miliki selain berasal dari orang tua juga berasal dari lingkungan tempat tinggal kita. Karena itu jangan biasakan dirimu berada di tempat yang tak baik. Meski kamu orang baik, seiring waktu kamu akan terbiasa untuk melakukan yang tak baik.

Demikan dikatakan ketua Barisan Muda Damai dan Sejahtera (BMDS) Kabupaten Deiyai, Mando Mote bahwa  kehidupan masa depan anak negeri Deiyai ditentukan dari kondisi tempat tinggal dan pembentukan lingkungan dimulai dari keluarga, komunitas, kampung dan pada umumnya daerah tersebut di mana anak itu berada.

“Kami minta kepada bupati Deiyai terpilih bersama DPRD yang akan terpilih harus tiadakan penyakit sosial seperti tempat main togel yang marak, dadu, bilyar juga miras,” kata Mando Mote kepada wagadei.com, Rabu, (6/2/2019).

Secara umum menurut dia, beberapa jenis penyakit sosial tersebut di berbagai daerah tindakan amoral merusak mentalitas generasi penerus bangsa di Papua semakin tumbuh subur dan menyebar. “Kalau kami mau jujur, penyakit-penyakit sosial ini proses pembiaraan dari keluarga bahkan pemerintah daerah pun terlihat jelas,” bebernya.

“Sebenarnya secara internal adalah bagimana masa depan anak itu ditentukan oleh keluarga itu sendiri dengan pola asah, asih dan asuh yang mendidik dan bermanfaat. Tugas dan tanggungjawab keluarga membentuk anak juga menciptakan kondisi keluarga yang mapan dan harmonis serta bahagia adalah dasar membentuk watak anak demi masa depannya,” ungkapnya.

Dikatakan purja praja, hubungan dan lingkungan eksternal adalah pemerintah punya tanggungjawab besar untuk menata, mengatur dan mengarahkan daerah agar daerah itu aman, damai dan sejahtera.

“Contohnya di kabupaten Deiyai semakin marak pengaruh perkembangan zaman yang tidak mendidik seperti dengan praktek togel, judi, dadu, bilyar, juga miras dan lainnya.

“Menurut survei kami dari BMDS di kabupaten Deiyai keterlibatan anak di bawah umur sekolah SD, SMP, SMA aktif dalam permainan ini,” jelasnya.

Karena itu, pihaknya mengkwatirkan keaktifan mereka yang terus menerus melakukan kegiatan tidak mendidik itu, sebab telah terjadi los dalam pembinaan dan pengontrolan dari orang tua. Lebih lagi, pembatasan permainan untuk meniadakan tempat itu oleh Pemerintah juga los dan tidak diatur secara baik demi penataan dan kemajuan daerah tersebut.

“Saya pikir melalui Pemerintah wajib mengatur, menata, mengurus daerah dan membentuk lingkungan yang memberikan Harapan bagi anak bangsa di Daerah. Kemudian aktifkan manajemen keluarga di masing-masing keluarga dan membentuk anak secara baik dalam Tuhan agar menjadi tumbuh kembang dalam gereja, keluarga, dengan mengedepankan prinsip dan komitmen takut akan Tuhan,” tuturnya.

Hal ini ditindaklanjuti oleh DPRD Deiyai yang akan terpilih periode mendatang, Bupati Deiyai yang sudah terpilih dan diketahui oleh pihak gereja dan pihak adat dan KNPI dalam pengambilan keputusan itu.

“Peran dan partisipasi dalam menyukseskan kegiatan itu perlu semua pihak aktif dan kami percaya bersama bupati Deiyai, pak Ateng Edowai bersama wakilnya, lalu para DPRD yang akan terpilih nantinya bisa menyelesaikan masalah-masalah di atas demi keselamatan anak negeri Deiyai. Dan itu juga dalam rangka menciptakan daerah Deiyai yang kita sama-sama cintai ini agar aman, damai dan sejahtera,” pungkasnya. (Aweidabii Bazil)

Editor: –  

632 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares