Luar Biasa, Mahasiswa Dogiyai Cari Dana Untuk Bangun Asrama di Manokwari

Dogiyai, [WAGADEI] – Mahasiswa asal Kabupaten Dogiyai, Papua yang sedang mengenyam pendidikan di kota studi Manokwari, Papua Barat gelar pertandingan Kotemo Cup II di Moanemani, Dogiyai.

Menurut ketua panitia Kotemo Cup II, Martinus Goo, digelarnya pertandingan tersebut digelar dalam rangka finalisasi bangunan asrama Koteka Moge (Kotemo) yang dibangun para mahasiswa.

“Pembangunan asrama Kotemo sudah mencapai 90 persen. Kami buat pertandingan ini untuk cari dana guna selesaikan sisa bangunan sekitar 10 persen,” katanya  kepada wagadei.com di lapangan bola kaki, Moanemani, Dogiyai, Kamis (17/1/2019).

Ia menjelaskan, asrama tersebut merupakan asrama swadaya milik mahasiswa yang dibangun dari mahasiswa sendiri sejak balasan tahun lalu. Asrama yang sebelumnya dibangun para senior sudah tidak layak untuk dipakai.

“Sehingga, kami (mahasiswa) yang huni asrama Kotemo berinisiatif untuk bangun ulang,” ucapnya.

Jenis pertandingan yang digelar, diantaranya bola kaki putra, bola volly putra dan putri, sepak takraw putra. Ia bersama para mahasiswa mengucapkan banyak trimakasih kepada seluruh warga Dogiyai yang sudah berpartisipasi.

“Karena, partisipasinya masyarakat Dogiyai ini sudah sangat nembantu bagi kami untuk selesaikan pembangunan sisa,” bebernya.

Anggota panitia, Decky Edowai mengatakan, senang dengan bantuan secara tidak langsung dari warga Dogiyai terhadap mahasiswa di Manokwari. Ia mengaku dalam pertandingan yang dimulai 2 Januari lalu itu bisa berjalan lancar

“Memang banyak masalah yang terjadi di lapangan. Tapi, semua sudah terlewati,” ujarnya

Pemkab Dogiyai Malas Tahu

Martinus Goo mengaku kesal dengan sikap malas tahu dari pemerintah kabupaten Dogiyai. Pasalnya, Pemkab Dogiyai tak pernah penuhi undangan yang diberikan kepada Pemkab Dogiyai melalui bidang Pemuda dan Olahraga.

“Saat pembukaan itu memang ada orang dari Pemda (Bidang Pemuda dan Olahraga) yang datang buka. Selanjutnya, tidak pernah ada perhatian dari pemerintah Dogiyai,” kesal Goo.

Padahal, kata Goo, pertandingan yang digelar juga secara tidak langsung berikan sumbangsih dari mahasiswa. Karena, melalui pertandingan seperti itu terlahir banyak pemain-pemain muda yang berbakat, baik dibidang bola kaki, voli dan sepak takraw.

Olahraga Mati di Dogiyai

Seorang pemuda Dogiyai yang namanya tak ingin diberitakan mengaku, wilayah Kamuu dan Mapia merupakan daerah dengan banyak pemain-pemain.

Menurut dia, sejumlah bidang dalam olahraga sering bawah nama baik Dogiyai. Ia menyebutkan, Persido Dogiyai yang pernah menjuarai Liga III se-Papua tahun 2017.

“Tak hanya itu, beberapa kali tim voli putra juga pernah berlaga di Kapolda Cup di Jayapura. Jadi, mestinya Pemkab Dogiyai harus datang berikan support kepada para mahasiswa yang buat kegiatan seperti ini,” unhkapnya.

Ke depan, ia berharap, olahraga mesti dihidupkan di Dogiyai. “Bidang Pemuda dan Olahraga jangan mati suri. Harus dihidupkan,” harapnya. (Van Duma)

Editor: Abeth A. You

892 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares