Pimpin Rapat Dengan Ratusan Guru, Bupati Nawipa Menangis Kacaunya Pendidikan di Paniai

Paniai, [WAGADEI] –  Bupati Kabupaten Paniai, Meki Nawipa mengatakan, kualitas pendidikan di daerah yang dipimpinnya semakin memburuk. Hal itu ia ketahui setelah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di beberapa Sekolah Dasar (SD), di antaranya SD YPPK Bibida SD YPPK Timida, SD YPPGI Pagepota, SD Inpres Madi, SD Inpres Dagouto, SD YPPK Enarotali, SD YPPGI Enarotali dan SD Negeri Enarotali.

Demikian dikatakan Bupati Meki di hadapan ratusan guru mulai dari PAUD, TK,SD, SMP =, SMA dan SMK se kabupaten Paniai saat menggelar pertemuan terbuka di gedung serba guna Uwaata Wogi Yogi enarotali, Selasa, (15/1/2019).

“Kualitas pendidikan di Paniai sudah mati, sudah tidak ada harapan cetak generasi penerus yang pintar, cerdas dan emas. Anak-anak Paniai tidak akan ada yang jadi orang sukses, tidak aka nada yang jadi guru, dokter, perawat, pilot bahkan profesi lainnya,” kata bupati Meki Nawipa sambil menangis.

Rapat yang dipandu Pj Sekda Pnaiai, Amatus Tatogo didampingi Kepala Dinas P&P, Joko Suprayitno itu menegaskan, terbukti dari kualitas guru yang didominasi sarja non pendidikan (tenaga honorer) dan sarana belajar yang tidak memadai.

“Saya anak guru yang jadi Bupati, bapa saya baru dikembumikan kemarin,tapi saya kuat melihat guru-guru hadir di sini. Saya dengar manajer BOS (bantuan oeprasional sekolah) itu biasa potong-potong dana, dalam waktu dekat saya gantikan dia,” tegasnya.

Ia menegaskan, oknum yang kerja untuk mencuri dan merampok tidak boleh ada di Paniai apalagi yang berkaitan degan pendidikan dan kesehatan.

“Pendidikan itu soal masa depan kita orang Paniai. Kalau mau curi-curi dana lebih baik tidka boleh tinggal sini lagi. Stop,”jelasnya.

Menurut dia, macetnya proses belajar mengajar (KBM) lantaran baku rampas jabatan Kepala Sekolah sehingga pihak yang tidak terima langsung tinggalkan sekolah dan tidak mengajr, tapi gaji masih terima.

“Ada sekolah yang tidak ada bangunan tapi dana BOS masih terima, ada yang pakai gedung gereja untuk belajar.  Sebenarnya ini salah siapa? Guru-guru atau pemerintahan lima tahun kemarin?,” katanya bertanya.

Ia berjanji dalma tahun ini pihanya akan merubah Dokumen Penggunaan Anggaran (DPA) dari instansi terkait unutk melengkapi sejumlah kebutuan yang diperlukan. “Tidak semua sekolah tapi beberapa dulu kita benahi, yang lain nanti tahun berikut dan selanjutnya ,” imbuhnya dia.

“Jika fenomena ini kita biarkan berlanjut, tidak lama lagi pendidikan di Paniai akan hancur mengingat banyak guru-guru berpengalaman yang pensiun. Saya mau fokus PAUD, TK dan SD. Karena ini pondasi bagi anak-naak berkembang.kalau SMP dan selanjutnya itu sabar dulu,” katanya.

Ia mengisahkan guru-guru zaman bapaknya yang tekun melaksanakan tugas walaupun tidak pernah dapat jatah beras dan kadang terima gaji terlambat. “Upahmu besar di surga untuk guru-guru lama, generasi bapak saya,” ujarya.

Mereka (guru lama), lanjutnya, selain berpengalaman mengajar murid, mereka memiliki pengalaman yang dalam mengenai pelajaran yang mereka ajarkan.

Pj Sekda Paniai, Amatus Tatogo mengatakan, kesempatan memperoleh pendidikan masih terbatas pada tingkat Sekolah Dasar. Salah satu penyebab terjadinya kriminalitasyang menyeret pelaku anak usia dini dan remaja adalah kekacauan sistem pendidikan di Paniai.

“Guru-guru tidak boleh ikut aturan Jakarta, speerti tidak boleh marah siswa. Wah, ini bahaya kalau siswa tidak kalian tegur. Kalau mau bina ada di sini harus tegas, kalau tidak itu susah,” kata Tatogo.

Kepala SMP YPPK Epouto, Esau Tekege mengatakan, pemotongan dana BOS di Dinas P&P tidak bisa persalahkan manajer BOS karena banyak oknum yang bermain di dalam penggunaan dan pemotongan dana tersebut.

“Pak Bupati, terus terang saja kami kasih tahu bahwa dana BOS itu punya banyak orang jadi telusuri baik-baik. Ada banyak orang kerja sama di dalam itu, ini bukan saya membela manajernya tapi kenyataan demikian,” kata Tekege. (*/wagadei)

Editor: Abeth A. You

3,547 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Share

2 tanggapan untuk “Pimpin Rapat Dengan Ratusan Guru, Bupati Nawipa Menangis Kacaunya Pendidikan di Paniai

  • Januari 16, 2019 pada 3:34 pm
    Permalink

    Turut menangis dan saya setuju dengan komitmen bapak bupati paniai karena secara pribadi masih mahasiswa kuliah di jayapura yang status sebagai mahasiswa. Namun bukan langsung mahasiswa tapi ada beberapa tingkatan yang saya lalui dibelakangan yaitu sd smp dan sma sehingga bapak bupati lebih memprioritaskan sekolah yang fundamental karena merekalah yang menentukan masa depan nantinya . Makasih

    Balas
  • Januari 17, 2019 pada 1:23 am
    Permalink

    Terimakasih pak bupati meki Nawipa membayar uang kontrak mahasiswa mereka di Bogor, semoga tuhan memberkati selama masa kepemimpinannya.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares