Rayakan Satu Tahun Kepemimpinan, Bupati Dumupa: Banyak Orang Minta Jabatan Tapi Tidak Tahu Jalankan Tugas

Bupati Yakobus Dumupa dan Wabup Oskar Makai didampingi pimpinan agama di Dogiyai siap-siap memotong kue ulang tahun – Yamoye’AB photo

Dogiyai, [WAGADEI] – Kepemimpinan Yakobus Dumupa – Oskar Makai sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Dogiyai genap satu tahun. 18 Desember 2017 lalu dilantik Gubernur Papua, Lukas Enembe di Jayapura.

Sebagai ucapan syukur kepada Allah, perayaan kepemimpinan Yakobus – Oskar ditandai dengan ibadah bersama seluruh PNS lingkungan PemkabDogiyai dan ribuan warga.

Dalam sambutannya, Yakobus Dumupa mengatakan, hadirnya kabupaten Dogiyai dengan maksud yang sangat mulia. Selama memimpin Dogiyai satu tahun, ia mengaku telah menghadapi banyak masalah. Juga, ada sejumlah capaian yang telah dicapai dalam beberapa hal.

Ia meminta kepada seluruh warga Dogiyai agar tidak bahas lagi masalah Pilkada yang sudah selesai. Dalam pesta demokrasi, konsekwensinya kalah dan menang.

“Yang angkat-angkat masalah Pilkada hanya mereka yang tidak Dogiyai aman. Jangan bahas masalah Pilkada lagi,” minta Dumupa.

Dumupa menjelaskan, Visi ‘Dogiyai Bahagia’ sudah dirumuskan dalam RPJMD Dogiyai dan telah disahkan beberapa waktu lalu. Hal itu akan menjadi ‘kompas’ penyelenggaraan pemerintah Dogiyai dalam semua bidang lima tahun mendatang.

Dumupa menjelaskan, sejak dipimpinnya bersama Oskar, di Dogiyai banyak masalah yang ditinggalkan pemimpin sebelumnya. Dumupa mengkritik pemerintahan sebelumnya yang tinggalkan banyak persoalan baik dalam penyelenggaraan pemerintah yang ambur adul, pengelololan keuangan yang simpang siur, banyak penyakit sosial yang menggrogoti berbagai lini kehidupan.

Bupati Yakobus Dumupa berbincang dengan seorang tokoh adat usai ibadah HUT Dogiyai Bahagia ke I -Yamoye’AB photo

Dumupa jawab berbagai isu yang berkembang. Salah satunya, aliran dana dari Dogiyai ke Pilkada Paniai dan Deiyai yang baru saja gelar pesta demokrasi.

“Silahkan cek berapa uang yang kami potong untuk bantu Pilkada Deiyai dan Paniai,” tegas Dumupa.

Ia juga menegur kepada seluruh kepaka-kepala kampung yang salah gunakan uang dalam bantuan desa yang digelontorkan pemerintah.”Penggunaan keuangan negara harus dipertanggungjawabkan,” katanya.

Alumni STPMD “APMD” Yogyakarta ini menilai banyak ASN Dogiyai yang tidak professional dalam menjalankan tugas sebagai ASN.  Banyak ASN yang minta jabatan tapi tidak tahu menjalankan tugas utamanya. Padahal, penempatan jabatan mesti berjenjang.

“Ada masalah lain yang kami hadapi adalah banyak warga yang belum sadar akan baiknya pembangunan yang dibangun oleh pemerintah. Siang hari dibangun sarana, malamnya langsung dirusakan oleh warga. Warga kita masih belum sadar,” ungkapnya kesal.

Dilanjutkan, banyak lokasi pemerintah yang bermasalah hingga saat ini. Hal ini menghalangi berbagai program pemerintah yang mau kerjakan, di tingkat warga. Sehingga, Ia minta kepada seluruh warga Dogiyai agar nembantu pemerintahan Dogiyai.

Dumupa juga menjelaskan sejumlah prestasi yang telah dicapai dalam satu tahun. Kedispilinan pegawai yang sudah jauh lebih baik. Kesadaran dari  ASN yang sangat signifikan naik. Itu akibat dari Inspeksi Mendadak (Sidak) hampir tiap hari yang dilakukan Bupati dan Wakil Bupati pada tiap OPD lingkungan Kabupaten Dogiyai.

“Kami juga sudah rumuskan dan sahkan RPJMP kabupaten Dogiyai. Ini hal yang baik untuk ke depan,” ucap dia.

Dumupa juga menambahkan, pihaknya telah lakukan perbaikan dan peningkatan dalam pengelolaan keuangan. “Saya juga sudah perintahkan semua ASN, agar diwajibkan bawa Noken untuk setiap ASN,” tambahnya.

Dumupa juga mewajibkan mengkonsumsi  makanan lokal dalam setiap acara pemerintahanyang dilakukan setiap OPD di lingkungan Pemkab Dogiyai. Dengan maksud, hasil jualan dari mama-mama Dogiyai bisa laku. “Dengan cara itu, kita berdayakan mama-mama kita yang jualan di pasar,” ujarnya.

Untuk tahun ke depan, penulis buku ini mengatakan, pihaknya akan fokus bangun sistem pemerintah yang baik, benar dan bersih, menyiapkan SDMASN yang professional dan handal. “Agar kedepan Bupati boleh ganti, tapi ASN akan tetap ada trus,” imbuhnya.

Pihaknya, lanjut dia, akan bangun kerja sama dengan siapapun untuk bangun Dogiyai. Kami sudah datangkan banyak orang dari berbagai kementerian untuk lihat Dogiyai dari dekat.

Bupati Dumupa foto bersama Wabup Paniai, Oktopianus Gobai – Yamoye’AB photo 

Dia juga bilang tidak lagi ada diskriminasi di Dogiyai. “Untuk ke depan, kami para bupati kawasan Meeuwodide  akan genjot pembangunan kawasan Wilayah Meeuwodide. Sudah ada komunikasi awal. Dalam waktu yang dekat, kami akan bicarakan bertemu dan bahas,” bebernya.

Persoalan lain yang pihaknya telah selesaikan adalah Tapal batas dengan beberapa kabupaten tetangga. Tahun ini Pemkab Dogiyai melalui bagian Tata pemerintah sudah selesaikan  dengan kabupaten Kaimana.

“Tahun 2019 akan kami Fokus dengan Nabire. Ke depan kami akan bicara dengan Paniai dan Deiyai,” ujar Dumupa.

Sementara Itu, dalam khotbahnya Pendeta Bernadus Anouw mengatakan, semua orang Dogiyai harus bersyukur kepada Allah. Dalam rencana-Nyayang indah, Yakobus – Oskar sudah pimpin Dogiyai.

Dogiyai merupakan wilayah yang sangat subur. Sehingga, semua orang wajib menjaga. Agar, bersama Bupati dan Wakil Bupati bisa bangun Dogiyai jauh lebih maju.

“Jangan ada perbedaan di Dogiyai. Karena, perayaan ini bertepatan dengan bulan kelahiran Sang Juru Selamat umat manusia, YesusKristus,” tegasnya. (Philemon Keiya)

Editor: Abeth A. You

Share

Satu tanggapan untuk “Rayakan Satu Tahun Kepemimpinan, Bupati Dumupa: Banyak Orang Minta Jabatan Tapi Tidak Tahu Jalankan Tugas

  • Desember 18, 2019 pada 7:05 am
    Permalink

    Dutasteride Dutas Store cialis Priligy Sirve Nexium Tablets Online Can You Take Amoxicillin Capsule Apart

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares